Toko Emas dan Bank di Bojonegoro Dijaga Ketat  

TEMPO.CO, Bojonegoro - Mendekati Hari Raya Lebaran, sejumlah toko emas dan kantor bank di Kota Bojonegoro, Jawa Timur, dijaga polisi. Penjagaan yang dilakukan secara ketat itu dilakukan atas permintaan pengelola toko emas dan manajemen bank. ”Permintaan penjagaan memang resmi,” kata juru bicara Kepolisian Resor Bojonegoro, Ajun Komisaris Polisi Subrata, kepada Tempo, Jumat, 10 Agustus 2012.

Menurut Subrata, penjagaan yang dikaitkan dengan pengamanan Lebaran dilakukan terutama selama 10 hari menjelang Lebaran karena terjadi peningkatan transaksi.

Berdasarkan pantauan Tempo, di toko emas di sejumlah tempat, seperti di Jalan Imam Bonjol, Jalan Rajawali, dan Jalan Kartini yang berada tepat di depan Kantor Pegadaian, tampak dijaga oleh tiga hingga lima polisi. Ada yang berpakaian dinas dan ada pula yang berpakaian preman. Demikian pula toko emas yang menempati stand di komplek Pasar Besar Bojonegoro.

Adapun di kantor bank terlihat dua hingga tujuh orang polisi. Di antaranya di Kantor Cabang Bank Jatim di Jalan Mastrip, Bank BRI di Jalan AKBP Suroko, Bank Mandiri di Jalan Teuku Umar, dan Bank BNI 46 di Jalan Jenderal Soedirman.

Di Bank BNI 46 tampak dua orang polisi berjaga di pos penjagaan, lengkap dengan senjata laras panjang. Ada juga polisi berpakaian preman yang sesekali ikut keluar masuk ruang kantor bank dan mengawasi di bagian teller.

Pengamanan dilakukan bersama petugas satuan pengamanan (satpam) bank. Mereka mengawal mobil yang membawa uang dalam jumlah yang banyak. ”Sesuai petunjuk, penjagaan memang seperti ini,” ujar seorang satpam sebuah bank di Bojonegoro yang enggan disebutkan namanya.

Sebenarnya tidak hanya kantor bank dan toko emas yang meminta penjagaan. Sejumlah supermarket di Bojonegoro juga meminta penjagaan. Di Jalan Teuku Umar, misalnya, selain secara rutin dijaga, tampak tiga orang polisi yang ditempatkan khusus di pintu masuk. Apalagi 10 hari menjelang Lebaran, volume pengunjung di supermarket meningkat tajam.

Ihwal pengamanan Lebaran, Subrata menjelaskan bahwa bersamaan dengan dimulainya Operasi Ketupat dilakukan penjagaan di daerah rawan tindak kriminalitas. Pengamanan juga ditingkatkan di jalur-jalur padat lalu lintas. Selama H-7 hingga H+7, Polres Bojonegoro menerjunkan sekitar 800 personel.

SUJATMIKO

Berita Terpopuler:

Gubernur Fauzi Bowo Bungkam Soal Video di Youtube

Rhoma Irama, Kanan-Kiri Kena Jerat Hukum

Ahmad Yani: Bambang Widjajanto Jangan Seperti Preman

Kunjungi Korban Kebakaran, Fauzi Sindir Jokowi

Unsur Pidana Rhoma Irama Terbukti

Panwaslu: Celotehan Foke Melanggar Etika Politik

Robert Pattinson Ogah Bertemu Kristen Stewart

Santri Relawan Fauzi Bowo Dipukul di Jelambar Baru

Begini Nasehat SBY Kepada KPK dan Polri

Istri Kim Jong Un Pakai Tas Seharga 1,8 Juta Won

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.