Tokocrypto Gandeng Peruri untuk Tingkatkan Keamanan Pelanggan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tokocrypto baru saja mengumumkan kolaborasi dengan Peruri sebagai satu-satunya BUMN yang termasuk dalam Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) di bawah Koordinasi Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dengan statusnya sebagai PSrE, Peruri memiliki kemampuan menerbitkan digital certificate yang dapat digunakan untuk customer on boarding.

Menurut Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya, Peruri sejak 50 tahun lalu sudah bergerak sebagai perusahaan penjamin keaslian. Dan saat ini, Peruri juga mampu menjaminkan keaslian sistem digtal, salah satunya untuk proses verifikasi dan otentikasi customer on boarding.

"Proses ini menjadi sangat kritikal karena jika kita sudah yakin dengan validitas dari usernya, segala jenis transaksi yang dilakukan akan aman," tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (1/5/2021).

Oleh sebab itu, Dwina mengapresasi langkah Tokocrypto berkolaborasi dengan Peruri meningkatkan kepercayaan dan rasa nyaman pelanggan termasuk ekosistemnya, sekaligus menumbuhkan industri aset kripto.

Tidak hanya itu, Tokocrypto juga berperan aktif untuk senantiasa mematuhi peraturan BAPPEBTI Nomor Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.

"Saat ini, kami telah melakukan audit ISO 27017 terkait cloud security, dimana ISO 27017 hanya dimiliki oleh cloud provider saja. Kami juga melakukan kewajiban pelaporan secara berkala kepada BAPPEBTI dan PPTAK," tutur COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.

Kolaborasi Lain Tokocrypto

Pang Xue Kai, Co-founder dan CEO Tokocrypto bersama Changpeng Zhao, Founder dan CEO Binance. Dok: Tokocrypto
Pang Xue Kai, Co-founder dan CEO Tokocrypto bersama Changpeng Zhao, Founder dan CEO Binance. Dok: Tokocrypto

Di samping itu, Tokocrypto turut menjalin kolaborasi strategis dengan ICH, lembaga yang menerima pelaporan dan pendaftaran transaksi aset kripto.

Kolaborasi ini disebut menjadi langkah konkrit untuk membangun ekosistem perdagangan aset kripto yang lebih terkontrol dan terawasi.

Hal itu turut didukung pula dengan sejumlah inisiatif pemerintah menciptakan iklim industri aset kripto yang kondusif melalui Kementerian Perdagangan lewat Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Beberapa hal yang sudah dilakukan, mulai dari kepasitan dan perlindungan hukum, serta kepastian berusaha di sektor komoditas digital atau aset kripto.

"Kami tentunya mendukung berbagai kebijakan pemerintah terkait aset kripto, yang bertujuan untuk menciptakan iklim usaha kondusif, khususnya di bidang blockchain dan investasi aset kripto, termasuk mendukung BAPPEBTI dalam menghadapi Mutual Evaluation Review (MER) agar Indonesia mendapatkan keanggotaan penuh FATF," tutur Manda menutup pernyataannya.

Toko Token Berhasil Cetak Rekor Capai Nilai 10,5 juta BNB

Sebelumnya, Toko Token (TKO) telah resmi diperdagangkan di Tokocrypto pada 7 April 2021 pukul 20.00 WIB. Tidak berselang lama, proyek kripto lokal Indonesia itu ternyata berhasil mencetak rekor.

Dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (11/4/2021), nilai TKO diketahui telah mencapai 10,5 juta BNB atau setara dengan USD 4,2 miliar saat Initial Exchange Offering di Launchpad. Adapun jumlah partisipannya mencapai 201.406.

Catatan ini membuat TKO mengalami kenaikan sebesar kurang lebih 3.000 persen dalam 30 menit pertama saat listing di Tokocrypto. Sementara di coinmarketcap, TKO ada di peringkat 233.

Sebagai informasi, TKO merupakan proyek kripto lokal Indonesia pertama yang menyediakan model token hybrid. TKO mengombinasikan tiap keunggulan dari dunia dalam blockchain, yakni CeFi dan DeFi.

Menurut CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, TKO merupakan solusi yang dibangun untuk pasar Indonesia agar dapat menjangkau tidak hanya layanan keuangan, tapi juga bidang lain, seperti manajemen rantai pasokan, privasi, perlindungan data, dan karya seni lewat bentuk NFT.

"Lahirnya TKO merupakan sebuah pencapaian besar bagi kami. TKO dapat menjadi kendaraan yang paling tepat untuk membantu mewujudkan potensi yang tidak terbatas yang bisa dicapai melalui teknologi blockchain," tutur Kai.

(Dam/Isk)