Tokoedukasi, e-commerce pertama di Indonesia yang khusus menjual alat-alat pendidikan

Herry Fahrur Rizal
Tokoedukasi front

Pada umumnya e-commerce di Indonesia didominasi oleh produk-produk fashion maupun barang-barang elektronik. Tetapi, berbeda halnya dengan e-commerce yang berbasis di Malang ini: Tokoedukasi.

Tokoedukasi adalah e-commerce yang khusus menyediakan segala alat-alat pendidikan bagi sekolah, siswa, dan orangtua siswa. Terdapat 5.000 produk dalam sembilan kategori berbeda di Tokoedukasi, yaitu: software, elektronik, alat peraga, furniture, mainan, perlengkapan sekolah, buku, fashion, dan ekstrakurikuler. Harga yang ditawarkan juga variatif, mulai dari ribuan seperti peralatan untuk ekstrakurikuler pramuka hingga puluhan juta seperti interactive whiteboard.

(Baca juga: Buku pelajaran mahal? Aplikasi BSE sediakan ribuan buku gratis untuk siswa Indonesia)

Startup yang didirikan oleh Donny Kris Puriyono ini bertujuan untuk memenuhi pasar yang besar akan kebutuhan alat-alat pendidikan. Apalagi seperti yang telah diketahui bersama bahwa pendidikan memiliki porsi 20 persen dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Selain itu, Donny – yang juga sudah berpengalaman selama lebih dari 12 tahun dalam bisnis alat-alat pendidikan – sangat memahami bahwa para orangtua biasanya memiliki budget untuk kebutuhan pendidikan buah hatinya. Melihat potensi pasar yang menggiurkan serta memahami seluk beluk bisnis bidang pengadaan alat-alat pendidikan tersebut, Donny bersama rekannya meluncurkan Tokoedukasi pada April 2014 lalu.

(Baca juga: 5 model bisnis e-commerce di Indonesia)

Tokoedukasi merupakan e-commerce dengan model bisnis B2C (Business to Consumer), dimana startup ini mendapatkan barang dari supplier, menyimpannya di inventory, lalu menjualnya ke konsumen. Meskipun Tokoedukasi relatif masih baru, startup ini telah terpilih sebagai salah satu merchant dalam program “Pesta Diskon Online Telkomsel” yang berlangsung hingga 31 Mei.

Ke depannya, Tokoedukasi akan melengkapi metode transaksi serta terus menambah jumlah produk demi kepuasan konsumen.

(Diedit oleh Lina Noviandari)