Tokoh Adat Papua Minta Maaf Atas Pembakaran Polsek Nimboran

·Bacaan 1 menit

VIVA – Tokoh adat Papua, Herman Yoku mewakili masyarakat Papua menyampaikan permintaan maaf atas pembakaran Kantor Polsek Nimboran di Genyem, Kabupaten Jayapura, Papua, oleh sekelompok warga pada Senin, 2 Agustus 2021.

“Saya selaku tokoh adat di Provinsi Papua memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri melalui Bapak Kapolda Papua atas kejadian yang dilakukan sekelompok Masyarakat Papua,” ujarnya, Rabu 4 Agustus 2021.

Ia meminta kepada Kapolda Papua agar masyarakat yang melakukan pembakaran itu dimaafkan. Apa yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat ini jadikan pelajaran agar ke depan masyarakat harus lebih berhati-hati lagi.

“Atas kejadian ini, mari Bapak Kapolda kita bersama-sama dalam menjaga Kamtibmas agar daerah kita selalu aman dari tindakan-tindakan Kriminal. Dengan harapan ke depan hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ucap Herman Yoku.

Ia meminta kepada masyarakat Papua untuk tidak mengambil langkah yang seenaknya dengan melakukan tindakan kriminal.

“Karena tanpa Kepolisian dimana lagi kita akan melaporkan keluhan kita bila terjadi hal-hal yang mengganggu stabilitas keamanan Kamtibmas di Lingkungan sekitar Kita. Saya harap masyarakat lebih cerdas dalam mengambil keputusan kedepannya,” ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel