Tokoh Lintas Aktivis Tolak Demo Anarkis dan Politik Destruktif

Bayu Nugraha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Berbagai persoalan politik bangsa yang terjadi di Indonesia terus menuai sorotan berbagai publik. Sebagiannya memandang perlu adanya evaluasi yang komprehensif terkait dinamika politik yang terjadi di Indonesia.

Ketua Kajian Progres 98 Gemah Putra mengatakan bahwa perlu adanya dialog yang konstruktif dan positif terkait dinamika politik yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Ia pun menolak adanya aksi demo anarkis.

“Karena itu, kami menolak demonstrasi-demontrasi yang mengedepankan anarkisme, hoax dan politik yang cenderung destruktif. Berbagai elemen bangsa harus memanfaatkan dialog cerdas yang mengedepankan politik yang bermartabat kemanusiaan,” kata Gemah Putra di sela acara “Ngopi Bareng Sahabat Progres 98” yang digelar di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2020.

Baca juga: KLHK: Proyek Taman Nasional Komodo Tidak Dikerjakan Pihak Swasta

Menurut Gemah, acara ngopi bareng lintas aktivis ini akan melakukan evaluasi yang komprehensif terkait gelombang dinamika politik akhir-akhir itu. Kondisi politik dewasa ini membutuhkan ruang dialog antar elemen bangsa di tengah-tengah pro-kontra yang tidak sehat.

“Jangan kemudian terjadi kebuntuan dan dinamika yang tidak sehat secara politis dan terjadi dinamika politik yang tidak asyik. Kami menolak penyampaian aspirasi yang justru mengutamakan kekerasan, mengedepankan hoax dan tindakan-tindakan destruktif di era reformasi dewasa ini,” kata Gemah.

Gemah mengatakan ruang-ruang dialog harus dibuka lebar sehingga terjadi untuk menyatukan berbagai potensi anak bangsa. Dengan demikian akan terjadi dialog positif dan kontruktif dalam koridor demokrasi di Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Progres 98 Zulfikar mengatakan bahwa sejak pandemi COVID-19, ada kerinduan untuk saling bertukar pandangan dalam ruang dialog sambil ngopi bareng sahabat-sahabat lintas aktivis.

“Karena itu, hari ini, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, kami berkumpul lintas aktivis untuk menikmati segelas kopi dan berdialog dari hati ke hati dalam suasana kesegaran dalam berpikir positif untuk kemaslahatan bangsa,” kata Zulfikar.

Menurut Zulfikar, Progres 98 akan berikhtiar untuk menyatukan berbagai elemen bangsa, tokoh politik dan para tokoh lintas aktivis untuk senantiasa mengedepankan dialog yang menyehatkan di dalam perkembangan dan dinamika politik nasional.

Acara ngopi bareng sahabat Progres 98 ini dihadiri juga para tokoh politik dan lintas aktivis serta berbagai elemen bangsa lainnya, seperti Faizal Assegaf, Kapitra Ampera, Prof. Imron Cotan, Muhammad Tohir, Abubakar Refra, Immanuel Ebenezer dan tokoh politik lintas aktivis lainnya.