Tokopedia ungkap ada lonjakan tren pembayaran produk digital

Perusahaan teknologi Tokopedia mengungkapkan ada lonjakan dalam tren pembayaran produk digital seperti Pulsa, Paket Data, BPJS, Listrik, Air, dan sebagainya, selama satu tahun terakhir.

"Khusus Biaya Pendidikan dan Penerimaan Negara, Tokopedia mencatat lonjakan transaksi lebih dari dua kali lipat selama setahun ke belakang," kata Head of Sales and Operation Development (Digital Goods) Tokopedia Yosep Aditya Susanto dalam keterangannya, Sabtu.

Baca juga: Gubernur BI: Lebih dari 22 juta UMKM kini telah menggunakan QRIS

Yosep menambahkan, dua produk digital ini masing-masing diharapkan bisa terus membantu menjaga keberlangsungan pendidikan dan mempermudah masyarakat mengakses layanan publik serta meningkatkan penerimaan negara.

Lebih lanjut, produk digital Tokopedia yakni Biaya Pendidikan, telah terhubung dengan 6.000 instansi pendidikan.

"Selama setahun ke belakang, Kabupaten Wajo (Sulawesi Selatan), Aceh Barat (Aceh), Padang Pariaman (Sumatra Barat) dan Mahakam Ulu (Kalimantan Timur) menjadi beberapa wilayah dengan transaksi Biaya Pendidikan tertinggi," jelas Yosep.

Ia melanjutkan, di periode yang sama, sejumlah wilayah dengan transaksi Penerimaan Negara tertinggi mencakup Kabupaten Bombana (Sulawesi Tenggara), Timor Tengah Utara dan Konawe (Sulawesi Tenggara), Pulang Pisau (Kalimantan Tengah), hingga Lombok Utara (Nusa Tenggara Barat).

Baca juga: Bank Indonesia targetkan 45 juta UMKM gunakan QRIS pada 2023

Jumlah pengguna produk Penerimaan Negara pun meningkat hampir tiga kali lipat di semester I 2022, dibandingkan periode yang sama di 2021. Tokopedia menjadi perusahaan teknologi Indonesia pertama yang menghadirkan produk digital Penerimaan Negara. Produk ini diluncurkan pada Agustus 2019 lewat kolaborasi dengan Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Selain kategori Biaya Pendidikan dan Penerimaan Negara, produk digital Tokopedia juga mencakup fitur pembayaran E-Samsat dan PBB. Selama satu tahun ke belakang, transaksi melalui produk digital E-Samsat dan PBB masing-masing meningkat sekitar 1,5 kali lipat.

Wilayah Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur), Medan (Sumatera Utara), Trenggalek (Jawa Timur), Sampang (Jawa Timur), hingga Balikpapan (Kalimantan Timur) menjadi sejumlah wilayah dengan peningkatan transaksi ‘E-Samsat’ tertinggi selama setahun ke belakang, dibanding satu tahun sebelumnya.

Di sisi lain, dalam periode yang sama, Kabupaten Kediri (Jawa Timur), Bojonegoro (Jawa Timur), Pangkal Pinang (Kepulauan Bangka Belitung), Malang (Jawa Timur) dan Makassar (Sulawesi Selatan) adalah beberapa wilayah dengan peningkatan transaksi ‘PBB’ paling tinggi.

"Kami menyambut baik tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk digital di Tokopedia. Kami berharap puluhan produk digital kami dapat terus mempermudah masyarakat Indonesia memenuhi kebutuhannya," tutup Yosep.


Baca juga: Bank DKI kembangkan aplikasi digital untuk pinjaman

Baca juga: Pedagang di Thamrin 10 mulai terbiasa gunakan aplikasi digital

Baca juga: Platform utilisasi kripto pertama di Indonesia diluncurkan