Tol Cisumdawu Akan Rampung Desember 2021

·Bacaan 2 menit

VIVA – Saat melakukan peninjauan pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Provinsi Jawa Barat, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Muljono mengatakan, tol sepanjang 60,10 kilometer yang dibangun untuk mendukung fungsi Bandara Kertajati, itu ditargetkan rampung pada Desember 2021 mendatang.

Basuki menjelaskan, proses pengerjaan tol Cisumdawu yang telah rampung yakni ada di seksi I, II, dan seksi III. Saat ini, Kementerian PUPR pun masih berupaya untuk menggenjot penyelesaian seksi IV, V, dan seksi VI.

"Semua pekerjaan ini kita targetkan akan selesai pada Desember 2021," kata Basuki dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu 19 Juni 2021.

Baca juga: Ibu Kota Negara Baru Dikaji Pakai Dermaga Apung

Basuki meminta seluruh pihak terus berkoordinasi, dan berupaya keras untuk mempercepat pembangunannya. "Ini saya minta dikeroyok, tadinya hanya tiga kontraktor ditambah lagi 2 yaitu ada Girder, Waskita, Wijaya Karya, PP, Adhikarya, dan Brantas," jelas Basuki.

Berdasarkan data untuk Seksi I Cileunyi-Rancakalong sepanjang 11,45 km, saat ini konstruksinya telah mencapai 77,42 persen dengan progres lahan 98,6 persen. Selanjutnya, Seksi II yakni Rancakalong-Sumedang sepanjang 17,05 km, progres konstruksinya telah mencapai 91,99 persen dengan pembebasan lahan sebesar 96,11 persen.

Untuk Seksi III dari Sumedang ke Cimalaka sepanjang 4,05 km, konstruksinya telah rampung 100 persen dan siap operasi menunggu penyelesaian konstruksi seksi I dan II. Kemudian untuk pembangunan Seksi IV Cimalaka-Legok sepanjang 8,20 km dan Seksi V Legok-Ujungjaya sepanjang 14,9 km, saat ini telah dimulai mobilisasi alat dan pekerjaan site clearing dengan progres lahan masing-masing 48,13 persen dan 42,87 persen.

"Lalu Seksi VI di ruas Ujungjaya-Dawuan sepanjang 6,06 km, juga telah dimulai konstruksi pada Seksi VI-A dengan progres 36,83 persen, dan Seksi VI-B sebesar 11,84 persen," ujarnya.

Diketahui, Tol Cisumdawu terdiri dari enam seksi yang dibangun dengan skema kerja sama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dari keenam seksi, Seksi I dan II dikerjakan oleh Pemerintah sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut. Kemudian Seksi III sampai seksi VI, dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT. Citra Karya Jabar Tol (CKJT) dengan nilai investasi Rp8,41 triliun.

Dengan beroperasinya seluruh ruas Jalan Tol Cisumdawu yang nantinya terhubung dengan Jalan Tol Akses BIJB Kertajati, maka hal itu akan mengurangi waktu tempuh dari Bandung dimana sebelumnya membutuhkan waktu sekitar tiga jam, nantinya hanya akan menjadi satu jam saja.

Dengan konektivitas yang semakin meningkat maka operasional bandara akan semakin meningkat dan kompetitif, sehingga diharapkan bisa menggantikan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel