Tol Semarang-Batang-Cirebon Agak Sulit Terealisasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto mengungkapkan proyek ruas tol Semarang-Batang-Cirebon masih terkendala proses pembebasan lahan yang hingga kini belum juga rampung.

Buntut terkendalanya pembebasan lahan proyek di ruas tersebut, Menteri PU melihat pengerjaannya akan sulit terealisasi sesuai target yang dicanangkan awal.

"Kalau yang Semarang-Batang-Cirebon memang agak sulit, jadi saya ya sudah lah. Agak pesimis. Itu karena masalah tanah uga," ungkap Djoko, di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Selasa (4/8/12).

Menurut dia nasib proyek ruas tol Trans Jawa Kertosono Mojokerto juga begitu. "Mojokerto Kertosono sekarang jalan. Tapi masalahnya tanah juga. Duitnya ada, bangunnya semangat tapi pembebasan tanahnya agak tersendat-sendat," paparnya.

Selain itu, ruas tol yang lain, Djoko mengataka akan berjalan sesuai target. Seperti rusa tol Kertosono-Ngawi-Solo. Menurutnya ruas tol tersebut sebagiannya dikerjakan pemerintah.

"Kemarin sudah undang THiess dan sudah tender konstruksinya. Dia berjanji bulan Desember antara Solo Ngawi yang sudah kita kerjakan, asing juga akan mengerjakan," terangnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memproyeksikan hanya enam dari sembilan ruas tol Trans Jawa yang dapat beroperasi pada 2014. Keenam ruas tol itu adalah Cikampek-Palimanan, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, dan Mojokerto-Surabaya.

“Untuk beberapa ruas tol Trans Jawa, saya masih optimistis bisa diselesaikan sesuai target awal, seperti Cikampek-Palimanan dan ruas Semarang ke arah Surabaya. Penyelesaian yang justru agak berat adalah untuk ruas tol dari Semarang ke arah barat sampai Cirebon,” kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto di Jakarta, Rabu (2/5/2012).

Menurut Djoko, pembangunan tol dari Semarang ke arah Cirebon bakal mundur. Hal itu karena badan usaha jalan tol (BUJT) menemui sejumlah kendala. Dia menambahkan, realisasi operasional tiga proyek tol di area tersebut yaitu Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Batang-Semarang, berpotensi mundur hingga 2015.

Kendala yang dihadapi BUJT antara lain adalah proses pengadaan lahan yang tersendat akibat kerancuan aturan yang tertuang dalam Undang-Undang No 12 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Aturan baru menyebutkan sisa tanah yang belum dibebaskan saat undang-undang diberlakukan, pengadaannya bisa diselesaikan berdasarkan regulasi baru. Namun, hingga kini petunjuk pelaksanaan (juklak) aturan baru belum juga diterbitkan.
Andri MALAU

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.