Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Seksi 1 Target Operasi Akhir 2022

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Solo - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan kunjungan kerja ke Seksi 1 proyek Tol Solo-Yogyakarta-NYIA (New Yogyakarta International Airport) Kulon Progo di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (13/2/2021).

Pada kesempatan tersebut, dia menargetkan Seksi 1 Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo (ruas Kartasura-Purwomartani) sepanjang 42,37 km bisa selesai dan beroperasi pada akhir 2022 mendatang.

"Seksi 1 kira-kira akhir 2022 bisa kita operasikan sepanjang 42 km," kata Menteri Basuki, Sabtu (13/2/2021).

Ruas selanjutnya yang rencananya akan beroperasi yakni Seksi 3 (Gamping-Purworejo) sepanjang 30,77 km. Ruas tol yang akan tersambung dengan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo ini target beroperasi pada pertengahan 2023.

Sementara Seksi 2 (Purwomartani-Gamping) sepanjang 23,42 km akan jadi ruas terakhir yang operasional. Sehingga Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA secara keseluruhan bisa beroperasi pada 2024.

"Terakhir nanti Seksi 2 yang elevated, itu pasti tantangannya lebih. Jadi pertengahan 2024 bisa operasi," ujar Menteri Basuki.

Lebih lanjut, Menteri Basuki menyampaikan, penetapan lokasi (penlok) untuk Seksi 1 dan Seksi 2 Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo telah dilaksanakan, dan tengah diproses oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

"Konstruksinya sendiri Seksi 1 dan 2 at grade (sejajar dengan tanah), kemudian nanti ada sekitar 22 km itu elevated (melayang), kemudian turun lagi ke NYIA dengan at grade," terang Menteri Basuki.

Konstruksi Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Mulai Maret 2021

Para pekerja menyelesaikan proyek Tol Becakayu di Jalan Ahmad Yani, Senin (26/10/2020). Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bantuan subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan gelombang kedua akan cair pada awal November 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Para pekerja menyelesaikan proyek Tol Becakayu di Jalan Ahmad Yani, Senin (26/10/2020). Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bantuan subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan gelombang kedua akan cair pada awal November 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Proyek Tol Solo-Yogyakarta-NYIA (New Yogyakarta International Airport) Kulon Progo target mulai memasuki tahap konstruksi pada Maret 2021. Pengerjaan awal akan dilakukan pada Seksi 1 Kartasura-Purwomartani sepanjang 42,37 km.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono optimistis bisa mulai mengerjakan Seksi 1 Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo pada bulan depan. Sebab proses pembebasan lahan saat ini sudah mendekati 50 persen.

Adapun suatu proyek jalan tol baru bisa mulai tahap konstruksi setelah mendapat pemenuhan pembiayaan (financial close) dari bank, dengan target minimal pembebasan lahan sebesar 51 persen.

"Secara keseluruhan kalau yang Seksi 1 sepanjang 42 km, tanah Insya Allah sudah hampir 50 persen. Mudah-mudahan akhir bulan ini bisa lebih dari 50 persen untuk bisa kita mulai konstruksi," kata Menteri Basuki dalam kunjungan kerja ke Seksi 1 proyek Tol Solo-Yogyakarta-NYIA di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (13/2/2021).

Dilanjutkan Menteri Basuki, proyek Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo saat ini tengah memasuki proses untuk dilakukan feasibility study (FS) dengan target rampung pada bulan ini.

"Nanti setelah itu desain akan kita selesaikan secepatnya, parsial mana-mana yang bisa dikerjakan duluan secara fisik. Tinggal nanti mudah-mudahan setelah FS selesai bisa dengan sindikasi Bank BNI untuk bisa financial close," tuturnya.

Untuk pembebasan lahan, ia menyebutkan, Kementerian PUPR telah mendapatkan dana Rp 1,2 triliun untuk diberikan pada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pengelola Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo.

"Jadi dari Rp 1,2 triliun, sudah dibayar LMAN Rp 900 miliar, sekarang Rp 300 miliar sedang diproses untuk dibayar ke BUJT sebagai talangan. Rp 1,2 triliun sudah dibebaskan oleh BUJT," jelasnya.

Sebagai informasi, proyek Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo sepanjang 96,57 km diusulkan oleh konsorsium PT Daya Mulia Turangga-PT Gama Group (51 persen), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (24 persen), dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (25 persen).

Rinciannya, proyek ini menelan biaya konstruksi Rp 15,81 triliun, biaya investasi Rp 26,64 triliun dengan masa konsesi 40 tahun.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: