Tolak Bayar Tagihan, Keluarga Ini Ubah Kamar Perawatan Jadi Rumah Pribadi Selama 6 Tahun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menjadi orang sakit tentunya adalah hal yang paling dihindari oleh orang-orang. Terlebih lagi ketika diharuskan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit. Tentunya setelah sembuh orang-orang akan segera bergegas untuk meninggalkan rumah sakit dan tidak ingin kembali lagi.

Namun nampaknya hal berbeda dialami oleh seorang pria asal China ini, sebut saja namanya Tian. Setelah mendapatkan rawat inap di sebuah rumah sakit di Beijing, China, Tian dan keluarganya malah menolak meninggalkan rumah sakit.

Alhasil, Tian dan keluarganya malah mengubah kamar rumah sakit tempatnya menjalani perawatan sebagai tempat tinggal. Pria ini pun akhirnya berhasil diusir setelah menetap di kamar tersebut selama 6 tahun.

Seperti apakah kisahnya? Berikut selengkapnya dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Rabu (6/1/2021).

Dirawat di rumah sakit

Dalam kamar rumah sakit tersebut nampak berbagai barang pribadi milik keluarga Tian. (Sumber: Odditycentral)
Dalam kamar rumah sakit tersebut nampak berbagai barang pribadi milik keluarga Tian. (Sumber: Odditycentral)

Kisah dari Tian ini berawal di tahun 2014. Saat itu ia sedang tidak enak badan dan mengalami mual, muntah, dan sempoyongan selama kurang lebih 9 hari sehingga ia pun di bawa ke salah satu rumah sakit terbaik di Beijing.

Berdasarkan pemeriksaan dokter, ia pun diharuskan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut selama beberapa hari karena penyakitnya. Kedua orang tuanya pun datang untuk menemani anaknya selama Tian dirawat di rumah sakit.

Akhirnya, setelah ia sehat dan harus keluar dari rumah sakit, Tian baru menyadari bahwa ia harus membayar tagihan perawatan rumah sakit yang telah ia terima selama rawat inap. Menolak untuk membayar tagihan, akhirnya ia malah menuduh rumah sakit telah memberikannya perawatan yang buruk dan enggan untuk pergi.

Lantas, Tian dan kedua orang tuanya pun mengubah kamar perawatannya menjadi tempat tinggal mereka. Ia bahkan membawa pot bunga, peralatan masak, dan juga memenuhi kamar perawatan dengan berbagai barang pribadi.

Rumah sakit telah beberapa kali mencoba untuk mengusir Tian namun tidak berhasil. Pria ini juga sempat merayakan Tahun Baru Imlek dan mengundang keluarga besarnya untuk mengunjunginya di rumah sakit bak rumah sendiri.

Bersedia pergi

Setelah bersedia pergi, seperti inilah potret barang-barang keluarga Tian yang dipacking dalam kotak. (Sumber: odditycentral)
Setelah bersedia pergi, seperti inilah potret barang-barang keluarga Tian yang dipacking dalam kotak. (Sumber: odditycentral)

Di tahun 2019, padahal rumah sakit sempat membebaskan Tian dan keluarganya dari tagihan medis sebesar $195.000 atau senilai dengan Rp 2,7 Miliar agar mereka pergi dari rumah sakit. Akhirnya, rumah sakit tersebut membawa kasus ini ke jalur hukum.

Rumah sakit memberikan bukti bahwa Tian tidak membutuhkan perawatan medis dan bisa keluar kapan saja. Mereka juga beragumen bahwa kamar tersebut bisa digunakan untuk merawat pasien sungguhan yang butuh pertolongan medis.

Tapi, dari pihak Tian tak menyerah begitu saja. Tian menuntut balik rumah sakit dengan tuduhan kelalaian medis dan perseteruan dua pihak ini pun terus berlanjut.

Akhirnya, di penghujung tahun 2020, Hakim Luo Shengli yang menangani kasus ini memutuskan agar Tian dan keluarganya harus keluar dari rumah sakit yang telah ia tempati selama 6 tahun.

Hakim juga memutuskan bahwa rumah sakit harus memberikan kompensasi kepada keluarga Tian sebanyak $73.000 atau senilai dengan Rp 1,1 Miliar dan akhirnya keluarga ini setuju untuk meninggalkan rumah sakit. Mereka pun di antarkan pulang dengan menggunakan ambulan untuk membantu memindahkan barang-barang pribadi.