Tolak Demo, Tokoh Masyarakat Dukung Lurah Susan

TEMPO.CO, Jakarta- Banyak tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kalurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan menyatakan mendukung Lurah Susan Jasmine Zulkifli. Haji Sardiman, misalnya. Tokoh masyarakat dari RT 13 RW 02 ini dengan tegas mendukung Lurah Susan tetap memimpin Lenteng Agung. »Selama kinerjanya bagus, tidak bermasalah,” kata dia ketika ditemui di rumahnya, kemarin.

 

 

Sekretaris Kelurahan Adhi Suryo mengatakan kelurahan telah mengundang tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membahas Susan yang beragama Nasrani itu seminggu setelah pelantikan. "Di situ sudah selesai, mayoritas warga menerima," ujarnya

Sebelumnya, Forum Penolakan Warga terhadap Penempatan Lurah Lenteng Agung,menyatakan penolakan terhadap Susan. Alasannya, Susan beragama Nasrani sedang mayoritas warga Lenteng Agung beragama Islam. Kemarin Forum ini mengajak warga untuk melakukan aksi setelah protes mereka ditolak Gubernur DKI Jakarta.

Ajakan untuk menggelar aksi itu ditanggapi dingin oleh warga. Tokoh agama dan sebagian pengurus masjid, yang diajak menimbang bahwa aksi tersebut tak membawa manfaat. Beberapa pengurus masjid di Lenteng Agung mengatakan sudah mendapat ajakan untuk unjuk rasa. Namun mereka tak serta-merta mendukung. »Masih pikir-pikir dulu, lebih banyak manfaat atau mudaratnya,” kata pengurus Masjid Al-Amin, Aqli, 34 tahun.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan telah menempatkan para lurah dan camat hasil lelang jabatan sesuai dengan prestasi dan kemampuannya. Adapun Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tegas mengatakan, »Tidak ada urusan menolak karena berbeda agama.”

 

M. ANDI PERDANA

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.