Tolak Gajinya Dipotong, Neymar Berpeluang Balik ke Barcelona?

Paris Peluang Neymar balik ke Barcelona makin besar. Pasalnya, ia menolak pemotongan gaji mencapai 70 persen dari pihak PSG.

Seperti yang diketahui, Neymar meninggalkan Barcelona pada tahun 2017 lalu untuk memenuhi pinangan PSG. Ia direkrut dengan nominal transfer sebesar 222 juta euro yang membuatnya jadi pemain termahal di dunia saat ini.

Namun, kabar yang menyebutkan bahwa Neymar ingin kembali ke pelukan Barcelona masih terus dibicarakan. Bahkan pada musim panas lalu, Barcelona dan PSG mengaku telah bertemu untuk mendiskusikan masa depan Neymar.

Sayangnya kepindahannya urung terjadi. Barcelona yang sudah menghamburkan banyak uang untuk memboyong Antoine Griezmann dari Atletico Madrid tidak sanggup memenuhi permintaan harga dari PSG saat itu.

Kemungkinan Neymar ke Barcelona pada musim panas nanti semakin mengecil. Pasalnya, pandemi virus Corona telah membuat klub raksasa Spanyol itu mengalami kesulitan dari segi finansial.

Dan ternyata, PSG juga mengalami hal yang serupa. Dari laporan yang diungkap Sport, Nasser Al-Khelaifi selaku presiden PSG menawarkan opsi pemangkasan gaji sebesar 70 persen ke pemainnya.

Penawaran tersebut didukung oleh salah satu pemain bintangnya, Kylian Mbappe. Namun pemain lain seperti Thiago Silva, Edinson Cavani, Ander Herrera, dan Neymar dikabarkan menolak penawaran tersebut.

Neymar bahkan tidak hanya sekadar menolak. Dari laporan yang sama, pria asal Brasil itu dilaporkan akan memaksakan membuka pintu keluar jika harus menerima pemangkasan gaji tersebut.

 

Finansial PSG Goyang

Para pemain PSG merayakan gol Thomas Meunier (tengah) saat melawan FC Metz pada lanjutan Ligue 1 Prancis di Parc des Princes Stadium, Paris (10/3/2018). PSG menang telak 5-0. (AP/Thibault Camus)

PSG jelas mendapatkan pukulan telak secara finansial di masa pandemi ini. Apalagi mereka tidak bisa melakoni sisa pertandingan di pentas Ligue 1 musim ini.

Ya, seperti yang diketahui, Ligue 1 resmi diberhentikan pada bulan April lalu. Hal ini menyusul keputusan pemerintah setempat yang melarang adanya aktivitas olahraga di tempat publik sampai bulan September mendatang.

Kendati demikian, PSG masih optimis bisa melakoni sisa pertandingan di pentas Liga Champions. Meskipun klub berjuluk Les Parisiens itu harus bermain jauh dari Parc des Princes.

"Jika tidak memungkinkan dimainkan di Prancis, kami akan menjalankan pertandingan dengan jaminan bahwa pemain dan staf kami ditempatkan di tempat dengan kondisi kesehatan paling terbaik," ujarnya kepada RMC Sport.

Sumber asli: Barca Blaugranes

Disadur dari: Bola.com (penulis/editor, Gregah Nurikhsani, published 29/5/2020)