Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Aceh Duduki Gedung DPRA

Merdeka.com - Merdeka.com - Ratusan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menggelar demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) , Senin (5/9) siang. Dalam aksinya, mereka menduduki Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Mengenakan almamater berkelir biru, mahasiswa UIN Ar-Raniry itu awalnya melakukan konvoi sepeda motor dan berhenti di Simpang Lima Kota Banda Aceh. Mereka kemudian berjalan kaki menuju gedung DPRA.

Protes ratusan mahasiswa atas kenaikan harga BBM di antaranya ditulis di spanduk. Mereka menyebut demonstrasi ini digelar lantaran derita rakyat makin parah setelah pemerintah menaikkan harga BBM.

Sejumlah komoditi dan layanan jasa (seperti transportasi) di Aceh, mulai terkerek setelah BBM dinaikkan.

Mulanya massa mahasiswa ini menggelar aksi di halaman kantor DPRA, Jalan Daud Beureueh, Kota Banda Aceh. Selang beberapa waktu kemudian, massa aksi mencoba merangsek masuk ke dalam gedung.

Sempat saling dorong dengan aparat keamanan yang menjaga jalannya aksi, ratusan mahasiswa itu berhasil menerobos barikade aparat dan masuk ke Gedung Dewan.

Massa Ditemui Pimpinan Dewan

Massa mahasiswa memenuhi gedung paripurna DPRA. Mereka duduk di kursi Dewan dan sebagian selonjoran di lantai.

Mahasiswa UIN Ar-Raniry tersebut akhirnya ditemui sejumlah pimpinan dan anggota DPRA. Satu per satu aspirasi mereka disampaikan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi resmi menaikkan harga BBM bersubsidi, yakni pertalite dan solar, Sabtu (3/9). Pertalite naik dari sebelumnya Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, solar naik dari sebelumnya Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter.

Pemerintah juga menaikkan harga BBM nonsubsidi yakni Pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter. [yan]