Tolak Kibarkan Merah Putih, Pimpinan Ponpes Khilafatul Muslimin Maros jadi Tersangka

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi menetapkan ketua dan sekretaris pondok pesantren Khilafatul Muslimin di Mallawa, Maros, Sulawesi Selatan, sebagai tersangka. Penetapan tersangka setelah polisi memeriksa 17 orang saksi.

"Terkait dengan perkembangan ormas Khilafatul Muslimin, khusus di Sulsel, kami sudah mengamankan dua orang tersangka. Dan sudah kami tingkatkan ke penyidikan," kata Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana kepada wartawan di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Senin (20/6).

Polisi sudah memeriksa 17 saksi terkait keberadaan Ponpes Khilafatul Muslimin. Dua orang ditetapkan tersangka yakni Ketua dan Sekretaris Ponpes Khilafatul Muslimin.

"Kedua tersangka itu, merupakan ketua dan sekretaris di Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros," kata dia.

Mantan Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) ini mengaku masih mendalami terkait ormas terafiliasi dengan Ponpes Khilafatul Muslimin di Mallawa, Maros. Pendalaman masih dilakukan polisi setelah beredar informasi terkait deklarasi Islam Kaffah.

"Pondok pesantren dalam proses penyidikan. Sebagian masyarakat juga yang tergabung dalam Khilafatul Muslimin, akan membuat deklarasi yang menyatakan akan kembali ke ajaran Islam yang kaffah," ujar dia.

Polisi menyita barang bukti seperti bendera, buku-buku dan aliran dana terhadap Ponpes Khilafatul Muslimin.

Tolak Ikut Aturan Pemerintah

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Maros, Abd Hafid mengungkapkan Ponpes Khilafatul Muslimin yang berada di Desa Benteng, Kecamatan Mallawa tidak memiliki izin operasional. Hafid mengaku sudah beberapa kali menyurati pengurus Ponpes Khilafatul Muslimin namun tak diindahkan.

"Mereka tida mengindahkan panggilan kami agar mengurus izin. Tapi mereka tidak pernah datang untuk mengurus," kata dia.

Dia mengungkapkan pengurus Ponpes Khilafatul Muslimin juga menolak mengikuti aturan pemerintah. Bahkan, pengurus Ponpes Khilafatul Muslimin enggan memasang simbol-simbol negara.

"Termasuk tidak mau mengibarkan bendera merah putih," ujar dia.

Hafid mengaku belum mengetahui berapa jumlah santri maupun pengikut yang ada di Ponpes Khilafatul Muslimin. Selain itu, pihak kepolisian juga sudah turun melakukan penyelidikan.

"Langkah-langkah kami lakukan termasuk dengan mencabut semua atribut di kompleks atau di markas mereka," tandasnya. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel