Tolak Nagita, Arie Kriting Usul Sederet Nama Layak Jadi Ikon PON Papua

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kontroversi ditunjuknya Nagita Slavina sebagai Ikon PON XX Papua masih menuai perhatian. Arie Kriting masih bersuara karena dinilai keberatan dengan penunjukan istri Raffi Ahmad tersebut.

Di Twitter dan Instagram, Arie juga mengunggah sejumlah nama wanita dari Papua yang cukup populer dan dianggap layak jadi ikon PON XX Papua.

Dan sederet sosok yang diusulkan Arie Kriting tersebut antara lain adalah Nowela, Lisa Rumbewas, Putri Nere, dan Monalisa Sember.

"Aspirasi kami adalah untuk memperjuangkan kehadiran Perempuan Papua di event Nasional yang digelar di tanah mereka. Baik sebagai ikon mau duta, apa pun istilahnya yang terutama adalah representasi itu ada," tulis Arie Kriting di caption foto tersebut.

Langkah pemilihan perempuan asli Papua tentu ada tujuan. Hal ini dapat menghindari adanya sikap kultural apropriasi.

"Karena tidak menghadirkan perempuan Papua dengan gambaran yang jelas. Pilihannya ada banyak kok, Nowela, Lisa Rumbewas, Putri Nere, Monalisa Sembor, dan masih banyak lagi lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu," lanjut Arie Kriting.

"Semoga kita bisa sama-sama mendorong agar representasi Perempuan Papua pada ajang yang diadakan di daerah mereka sendiri, bisa terwujud. Mari menjadi bangsa yang menghormati perbedaan," ungkap dia lagi.

Dian Sastrowardoyo pun ikut berkomentar. Dia setuju dengan pendapat pria bernama asli Satriaddin Maharinga Djongki itu.

"Nagita itu teman saya tapi Indonesia itu warna warni. Sudah waktunya saudara-saudara Papua terwakili," komentar Dian Sastrowardoyo.

Namun wajar saja kalau ada warganet yang tak setuju. Mereka menilai Arie terlambat memberi pendapat.

"Bang maaf bertanya, rilis ikon dan duta PON itu di bulan April sekarang sudah di bulan Juni. Kenapa baru koar-koar sekarang, ada apa Bang?," kata warganet.

"Iya ngerti. Tapi bukannya percuma kalau ikon PON ini dari orang yang pengaruhnya tidak sebesar Raffi-Nagita? Mungkin kalau misalnya Nowela yang jadi ikon PON cuma segenlintir orang aja yang tahu," ujar yang lain.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel