Tolak Pemberlakuan Jam Malam, Warga Italia Bentrok dengan Polisi

Raden Jihad Akbar, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA –Warga Italia menggelar aksi unjuk rasa menentang pemberlakuan jam malam selama lockdown gelombang kedua akibat lonjakan kasus COVID-19. Beberapa negara di Eropa pekan ini mulai memperketat aturan jarak sosial dan jam publik untuk menekan penambahan kasus.

Sekitar 200 orang militan sayap kanan terlibat bentrok dengan polisi anti huru-hara Italia selama demonstrasi menentang pemberlakuan jam malam di Roma, Sabtu malam waktu setempat. Para demonstran melemparkan suar dan petasan ke arah petugas.

Dilansir dari Eyewitness News, Minggu 25 Oktober 2020, tujuh pengunjuk rasa ditangkap selama aksi yang terjadi malam hari, setelah ratusan orang membakar tempat sampah dan melemparkan proyektil ke arah polisi.

Baca juga: Mahfud: Jangan Terlalu Ngegas Lawan COVID-19 tapi Lupa Bangun Ekonomi

Italia terguncang resesi terburuk setelah penguncian nasional selama dua bulan yang dipicu oleh pandemi COVID-19. Pihak berwenang sejauh ini berusaha untuk menghindari penerapan kembali pembatasan karantina, untuk menghindari dampak resesi yang lebih parah.

Unjuk rasa terbaru di Italia juga terjadi di beberapa negara Eropa lainnya selama seminggu terakhir seperti di Spanyol, Swiss dan Republik Ceko. Eropa mengalami lonjakan infeksi baru dan mengambil beberapa langkah tegas, mulai dari pemberlakuan jam malam hingga lebih banyak pembatasan pertemuan sosial.

Pekan lalu, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa banyak negara mengalami peningkatan eksponensial dalam kasus Covid-19. Dia mendesak para pemimpin negara untuk segera mengambil tindakan, guna mencegah korban meninggal dunia akibat virus tersebut.