Tolak PP Tembakau, massa rusak baliho Disdik Jateng

MERDEKA.COM,

Demonstrasi ribuan petani tembakau di Boyolali, Jawa Tengah, mengakibatkan kemacetan di jalur utama Solo-Semarang di depan kantor Pemkab setempat, selama beberapa jam. Meski macet, kendaraan dari Solo menuju Semarang maupun sebaliknya tetap bisa melintas.

Pantauan merdeka.com di lokasi, Rabu (30/1), demonstrasi diikuti sedikitnya 4 ribu petani dari 4 kecamatan di lereng Merapi dan Merbabu, yakni Kecamatan Selo, Ampel, Cepogo dan Musuk, yang merupakan penghasil tembakau terbesar di Boyolali. Mereka datang menggunakan ratusan mobil pick-up, truk maupun sepeda motor.

Demonstrasi dipusatkan di depan kantor Pemkab di Jalan Merbabu, hingga meluber ke Taman Kota Sono Kridanggo di Jalan Pandanaran.

Dalam aksinya, massa mendesak pencabutan PP No 109 tahun 2012 atau yang biasa disebut PP Tembakau. Selain memacetkan arus lalu lintas, aksi juga diwarnai perusakan baliho milik Dinas Pendidikan Provinsi Jateng di depan Taman Kota Sono Kridanggo bertuliskan 'Raih Prestasi Tanpa Rokok, Rokok Pintu Masuk Narkoba Pembunuh Masa Depan' tersebut dirobohkan.

"Kami menuntut Pemerintah secepatnya mencabut PP No 109 Tahun 2012. PP tembakau tersebut jelas merugikan sedikitnya 15 ribu petani tembakau di Boyolali," ujar Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Boyolali, Teguh Sambodo, saat berorasi.

Setelah puas berorasi, beberapa perwakilan petani diterima Bupati Boyolali, Seno Samodro dan beberapa anggota DPRD.

"Pak Bupati beserta DPRD mendukung aspirasi kami. Beliau menjamin di Boyolali tidak akan dikeluarkan Perda tentang larangan merokok," pungkas Teguh.

Usai diterima Bupati, massa membubarkan diri dengan tertib.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.