Tom Gangster Curi Barang-Barang Milik Sekolah untuk Beli Narkoba

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bogor AKBP Iman Imanuddin mengungkapkan, kebutuhan uang untuk memberi narkoba menjadi salah satu alasan kelompok TOM Bogor Gangster mencuri di SDN 04 Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Para pelaku berinisial MA (17), MI (16), DH (17) dan KW (20). Mereka ditangkap pada Kamis (3/11) sekitar pukul 23.30 WIB di sebuah rumah kontrakan di Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea.

"Mau beli narkoba tapi enggak punya uang," kata Iman, Selasa (8/11).

Mereka mengakui melakukan pencurian untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk membeli narkoba. Hal itu diperkuat dengan adanya satu bungkus kecil berisi ganja kering dari salah satu pelaku, MI.

"Dari pelaku berinisial MI, kita amankan satu bungkus kecil daun ganja kering yang dibungkus dalam kerta nasi berwarna coklat," kata Kapolsek Ciampea, Kompol Beben Susanto.

Sebelumnya, empat anggota TOM Gangster ditangkap polisi usai membobol dan mencuri sejumlah barang di SDN 04 Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Pembobolan dan pencurian itu dilakukan pada Senin (31/10) sekitar pukul 02.30 WIB. Mereka menggondol tiga printer, empat laptop, tiga proyektor, dispenser beserta galon, speaker hingga tabung gas elpiji 3 kilogram.

Selain mencuri sejumlah barang di sekolah tersebut, kelompok ini juga meninggalkan beberapa jejak, seperti mencorat-coret dinding hingga lantai ruangan dengan tulisan 'TOM Gangster Bogor'.

Beben Susanto menerangkan, polisi masih mengejar satu pelaku lainnya berinisial F yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Beben menerangkan, para pelaku memiliki peranan berbeda dalam melakukan aksinya. Yakni KW, MA dan F (DPO) bertugas sebagai eksekutor yang masuk lebih dahulu ke sekolah, dengan merusak pintu menggunakan besi yang ditemukan di sampung pintu masuk gudang sekolah.

Kemudian DH bersama MI berada di luar sekolah memantau keadaan sekitar. Setelah pintu terbuka, DH bersama MI kemudian masuk dan melakukan pencurian.

Kata Beben, F mengambil sebuah proyektor dan dua laptop, kemudian MA mengambil sebuah proyektor dan sebuah printer. Sementara MI menggondol dua printer, lalu KW mengambil tabung gas 3 kilogram, sebuah galon dan satu set bet tenis meja.

Kemudian F dan MI pulang ke rumah kontrakan mereka mengambil sepeda motor sambil membawa barang hasil curian berupa satu set bet tenis meja dan sebuah proyektor.

"Barang curian sempat dikumpulkan di ruangan gudang sekolah. Kemudian KW dan MA memindahkan ke luar ruangan dekat gerbang sekolah untuk diangkut ke kontrakan," pungkas Beben. [cob]