Tomy Winata: Ronaldo Cinta Indonesia

TEMPO.CO, Wina- Pengusaha Tomy Winata berbagi cerita soal pengalamannya bertemu bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Dalam beberapa kali kesempatan itu, Ronaldo mengutarakan kepeduliannya terhadap kondisi mangrove di Indonesia.

Pengalaman pertama, kata Tomy, adalah ketika Ronaldo datang ke Aceh pada 2005 lalu pasca bencana tsunami. Ketika itu, Ronaldo datang ke Indonesia karena kisah Martunis, bocah yang selamat setelah terapung-apung selama 19 hari. Si bocah yang mengenakan seragam tim nasional Portugal mengusik Ronaldo untuk datang langsung.

"Dia mencintai Indonesia," kata Tomy kepada Tempo, di Wina, Austria, Senin 11 Maret 2013. "Dan jiwa sosialnya juga tinggi," ujar Tomy mengenai sosok Ronaldo. 

Karena itu, kata Tomy, ia tidak susah menggaet Ronaldo untuk menjadi duta penyelamatan mangrove di Indonesia.

Ronaldo mengatakan kepeduliannya terhadap mangrove bermula dari pengalaman menyaksikan kerusakan dan korban tsunami Aceh 2004. Menurut Ronaldo, mangrove bisa meminimalisasi efek tsunami. "Di tempat-tempat yang banyak ditumbuhi mangrove terbentuk ekosistem yang dapat melindungi hantaman ombak besar. Dengan demikian banyak jiwa yang selamat dan memperkecil kerusakan," kata Ronaldo dalam siaran persnya.

Selain pengalaman Aceh, Tomy melanjutkan, Ronaldo juga sempat melihat kondisi mangrove ketika liburan di Bali. "Dia suka lari pagi," kata dia. Menurut Tomy, Ronaldo menyaksikan sendiri keberadaan mangrove yang diliputi sampah. 

Dalam kesempatan bertemu Tomy, Ronaldo juga menyampaikan kegelisahannya melihat mangrove di Bali tersebut. "Mangrove kan harus dilindungi. Kenapa itu jadi tempat sampah," kata Tomy menirukan Ronaldo.

TITO SIANIPAR (WINA)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.