Toni Kroos Pernah Tolak Rayuan Pep Guardiola

Bola.com, Jakarta - Pemain Real Madrid, Toni Kroos, mengaku pernah menolak tawaran Pep Guardiola. Penolakan tersebut terjadi kala keduanya masih memiliki ikatan sebagai pemain dan pelatih di Bayern Munchen.

Pesona Pep Guardiola memang tiada duanya. Tangan dinginnya mampu membawa sejumlah klub sukses merengkuh target mereka. Sejauh ini, Pep sudah memenagkan 23 trofi yakni 14 trofi bersama Barcelona, tujuh trofi bersama Bayern Munchen dan dua trofi dipersembahkan untuk Manchester City.

Kehadiran Guardiola kerap menjadi magnet untuk para pemain bintang. Bahkan, Lionel Messi sempat diisukan bakal merapat ke Manchester City jika memutuskan hengkang dari Barcelona.

Alasannya cukup sederhana, ada Pep Guardiola di sana. Mantan pelatih yang sempat membawa Barcelona jadi tim tangguh tak terkalahkan. Di bawah asuhan Pep Guardiola, Messi juga berhasil tampil apik dan panen penghargaan baik di level pribadi atau klub.

Namun, magnet Guardiola tak berlaku bagi Toni Kroos. Mantan pemain Bayern Munchen itu pernah menolak tawaran Pep Guardiola.

Melansir dari Marca, Guardiola pernah berusaha meyakinkan Kross untuk tetap bertahan di Munchen. Namun rayuan sang pelatih itu tidak dipedulikan. Toni Kroos kemudian menerima pinangan Real Madrid dan menjadi salah satu pemain andalan Los Blancos sejak tahun 2014.

 

Menghormati Pep Guardiola

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat melawan Brighton and Hove Albion pada laga Premier Leauge 2019 di Stadion Etihad, Sabtu (31/8). Manchester City menang 4 gol tanpa balas. (AP/Nick Potts)

Alasan Toni Kroos menolak rayuan Pep Guardiola cukup masuk akal. Ia tak ingin bertahan di sebuah klub hanya karena sang pelatih.

"Saya suka bermain untuknya. Tentu saja, saya bisa saja memperbarui kontrak di Bayern. Tapi saya rasa itu bukan ide yang baik jika kamu hanya ingin bertahan hanya karena pelatih," ujar Kross.

Meski demikian, Kroos tetap menaruh hormat kepada mantan pelatihnya itu. Menurutnya, Pep mampu mengubah pandangan banyak pemain tentang bagaimana sejatinya sepak bola harus dimainkan.

“Persepsi berubah berkat kecemerlangan sepak bolanya. Penggemar mulai melihat sepak bola dan peran gelandang dengan cara yang sama sekali berbeda,” tambahnya.

Sumber: Marca

Video