Top 3: 10.000 Warteg Hengkang dari Jakarta

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Penerapan PSBB imbas pandemi Covid-19 mendorong pengusaha warung tegal (warteg) hengkang dari Jakarta ke sejumlah daerah penyangga ibukota. Kondisi ini dipicu kian tak terjangkaunya kemampuan pelaku bisnis warteg membayar tempat sewa usaha di lahan ibu kota.

Hingga saat ini, total ada 10.000 warteg atau sekitar 25 persen yang mulai meninggalkan ibu kota sejak PSBB jilid I diterapkan. Sebab, kebijakan tersebut ditengarai sebagai penyebab turunnya jumlah pelanggan secara drastis.

Artikel mengenai hengkangnya warteg dari Jakarta tersebut menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Jumat 13 November 2020:

1. 10.000 Warteg Hengkang dari Jakarta ke Bodetabek Gara-gara Tak Mampu Bayar Sewa

Penerapan PSBB imbas pandemi Covid-19 mendorong pengusaha warung tegal (warteg) hengkang dari Jakarta ke sejumlah daerah penyangga ibukota. Kondisi ini dipicu kian tak terjangkaunya kemampuan pelaku bisnis warteg membayar tempat sewa usaha di lahan ibu kota.

"Kondisi saat ini jelas temen-temen warteg mulai kesulitan membayar sewa di Jakarta. Ini mengakibatkan banyak yang melipir ke wilayah sekitar Jakarta, kaya Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) karena harga sewa yang lebih murah," ujar Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara), Mukroni saat dihubungi Merdeka.com, Kamis (12/11/2020).

Hingga saat ini, total ada 10.000 warteg atau sekitar 25 persen yang mulai meninggalkan ibu kota sejak PSBB jilid I diterapkan. Sebab, kebijakan tersebut ditengarai sebagai penyebab turunnya jumlah pelanggan secara drastis.

"Karena kan orang dibatasi untuk aktivitas di luar. Kayak kantor tutup, mal tutup, dan tempat yang banyak karyawannya juga dibatasi operasionalnya. Akhirnya pelanggan juga ga ada," paparnya.

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Bantu Tangani Pandemi, Australia Beri Pinjaman Rp 15,3 Triliun ke Indonesia

Ilustrasi Australia (AP)
Ilustrasi Australia (AP)

Pemerintah Indonesia mendapatkan pinjaman bilateral sebesar AUD 1,5 miliar atau setara Rp 15,3 triliun (kurs 10.246 per AUD) dari Australia. Pinjaman ini diberikan Australia sebagai bantuan dalam pengelolaan fiskal di Tanah Air, sekaligus sebagai respon untuk menghadapi pandemi Covid-19

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyadari kondisi pandemi saat ini memang tidak mudah. Namun di satu sisi instrumen fiskal menjadi salah satu kebijakan yang paling penting ketika masyarakat dan rakyat terpukul oleh pandemi Covid-19 baik di bidang kesehatan, sosial, maupun ekonomi.

"Kami mendiversifikasi dan dukungan Australia memberikan pinjaman 1,5 miliar Dolar Australia untuk Indoensia salah satu dari jenis dukungan yang sangat kami hargai, benar-benar menyediakan ruang untuk pabrikan sekaligus menstabilkan risiko kami," kata Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (12/11).

Dia mengatakan, melalui pinjaman bilateral tersebut pemerintah Indonesia tidak hanya dapat mengatasi Covid-19, membantu lini bisnis, hingga UMKM, tetapi yang terpenting juga menjaga keamanan dan kesinambungan ruang fiskal.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Peserta Lolos Kartu Prakerja, Disimak Cara Ikut Pelatihan

Kartu Prakerja
Kartu Prakerja

Peserta lolos Kartu Prakerja gelombang 11 baru saja diumumkan. Sebanyak 382.868 peserta lolos akan menerima bantuan berupa pelatihan gratis.

Melansir dari akun media sosial instagram resmi @prakerja.go.id buat yang sudah lolos, berikut langkah-langkah mengikuti pelatihan dengan Kartu Prakerja.

Disimak caranya, Kamis (12/11/2020):

Baca artikel selengkapnya di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: