Top 3: 10 Saham Masuk Top Gainers pada 4-8 Oktober 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kinerja positif pada periode 4-8 Oktober 2021 ke level 6.481,77, diikuti dengan pergerakan 10 saham paling moncer yang mencetak untung terbesar.

Selama periode sepekan kemarin, data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG menguat 4,06 persen dari posisi pekan lalu 6.228,84.

Pasar Modal Indonesia semakin bergairah, ditandai dengan menghijaunya indeks hampir semua sektor, kecuali indeks healthcare dan indeks infrastructure, yang melemah masing-masing sebesar 0,28 persen dan 0,15 persen.

Artikel 10 saham pencetak untung terbesar pada 4-10 Oktober 2021 menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Minggu (10/10/2021):

1.10 Saham Pencetak Untung Terbesar pada 4-8 Oktober 2021

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kinerja positif pada periode 4-8 Oktober 2021 ke level 6.481,77, diikuti dengan pergerakan 10 saham paling moncer yang mencetak untung terbesar.

Selama periode sepekan kemarin, data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG menguat 4,06 persen dari posisi pekan lalu 6.228,84.

Pasar Modal Indonesia semakin bergairah, ditandai dengan menghijaunya indeks hampir semua sektor, kecuali indeks healthcare dan indeks infrastructure, yang melemah masing-masing sebesar 0,28 persen dan 0,15 persen.

Berita selengkapnya baca di sini

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2.Simak Sektor Saham Pilihan pada Oktober 2021

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pemulihan ekonomi jadi sentimen kenaikan Indeks Saham Gabungan (IHSG) pada September hingga kuartal IV 2021. Di sisi lain, protokol kesehatan ketat dan program vaksinasi massal masih jadi pekerjaan rumah.

Ada pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa daerah pasca gelombang kedua COVID-19 menyulut mobilitas masyarakat sehingga ekonomi mulai bergerak.

Ini dinilai pertanda baik keberlanjutan pemulihan ekonomi di Indonesia. Pemulihan ekonomi ini ditopang kenaikan belanja rumah tangga dan pemerintah.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Aksi Beli Investor Asing Melonjak pada 4-8 Oktober 2021

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Aksi beli investor asing melonjak signifikan pada pekan ini. Bahkan pada perdagangan saham Jumat, 8 Oktober 2021, investor asing melakukan aksi beli mencapai Rp 2,4 triliun.

Pada periode 4-8 Oktober 2021, investor asing beli saham mencapai Rp 12,38 triliun. Sepanjang 2021, aksi beli investor asing sentuh Rp 28,38 triliun. Demikian mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu, 9 Oktober 2021.

Pada pekan ini, investor asing memburu saham-saham emiten kapitalisasi besar. Berdasarkan data RTI, selama sepekan, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) paling banyak dibeli investor asing. Aksi beli investor asing di saham BBRI mencapai Rp 2,4 triliun.

Berita selengkapnya baca di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel