Top 3: 185 Juta Warga Dunia Terinfeksi COVID-19 Jadi Sorotan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah kasus COVID-19 global yang kian melonjak ternyata menjadi sorotan di kanal Global Liputan6.com. Per 8 Juli 2021. Tercatat sudah 185 juta warga dunia terinfeksi Virus Corona tersebut.

Selain itu, kabar perihal COVID-19 melonjak di Myanmar dan warga Yangon diminta tetap di rumah juga mencuri perhatian para pembaca.

Otoritas Myanmar mengeluarkan pemberitahuan tetap berada di rumah di beberapa bagian Kota Yangon pada Rabu 7 Juli, ketika negara itu melaporkan kasus harian COVID-19 tertinggi dalam beberapa bulan.

Mulai Kamis (8/7/2021), larangan keluar rumah untuk lebih dari satu orang karena alasan non-medis akan diberlakukan untuk 10 permukiman di Yangon, yang bersama-sama merupakan rumah bagi sekitar 1,5 juta orang.

Isu ketiga yang juga jadi sorotan adalah soal Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) menarik dukungannya untuk pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, dan menyerukan pengunduran dirinya, kata presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi, Rabu (7 Juli 2021).

Selengkapnya dalam Top 3 Global Liputan6.com edisi Jumat (9/7/2021):

1. 8 Juli 2021: 185 Juta Warga Dunia Terinfeksi COVID-19

Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)
Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)

Data John Hopkins University soal COVID-19 global menunjukkan per Kamis (8/7/2021) sudah mencapai 185.078.386. Dengan angka kematian tercatat menembus 4 juta, dan jumlah vaksinasi warga dunia tercatat 3.326.394.225.

Saat ini Indonesia menempati posisi ke-16, sebagai negara dengan kasus COVID-19 terbanyak. Amerika Serikat yang paling teratas.

Selengkapnya di sini...

2. COVID-19 Melonjak, Myanmar Peringatkan Warga Yangon Tetap di Rumah

Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)
Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)

Mulai Kamis (8/7/2021), larangan keluar rumah untuk ebih dari satu orang karena alasan non-medis akan diberlakukan untuk 10 permukiman di Yangon, yang bersama-sama merupakan rumah bagi sekitar 1,5 juta orang.

Pembatasan itu akan dikecualikan bagi pegawai pemerintah, menurut pengumuman dari Kementerian Lesehatan dan Olahraga Dewan Administrasi Negara - badan dari pemerintahan junta militer Myanmar.

Namun, tidak diketahui berapa lama pembatasan itu akan diberlakukan, di kota-kota termasuk Hlaing Thar Yar - tempat protes besar-besaran pro-demokrasi yang dihadapi oleh tindakan keras militer menyusul kudeta di negara itu. Yangon adalah rumah bagi sekitar tujuh juta warga Myanmar.

Selengkapnya di sini...

3. UMNO Minta PM Malaysia Muhyiddin Yassin Mundur Lantaran Tak Becus Urus COVID-19

Muhyiddin Yassin (kedua kanan) melambaikan tangan sebelum upacara pelantikannya sebagai Perdana Menteri Malaysia di Istana Negara, Kuala Lumpur, Minggu (1/3/2020). Pelantikan dilakukan dengan alasan kursi kepemimpinan harus segera terisi. (NAZRI RAPAAI/AFP/MALAYSIA'S DEPARTMENT OF INFORMATION)
Muhyiddin Yassin (kedua kanan) melambaikan tangan sebelum upacara pelantikannya sebagai Perdana Menteri Malaysia di Istana Negara, Kuala Lumpur, Minggu (1/3/2020). Pelantikan dilakukan dengan alasan kursi kepemimpinan harus segera terisi. (NAZRI RAPAAI/AFP/MALAYSIA'S DEPARTMENT OF INFORMATION)

Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) telah menarik dukungannya untuk pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dan menyerukan pengunduran dirinya, kata presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi, Rabu (7 Juli 2021).

Dalam konferensi pers online usai rapat dewan tertinggi UMNO, Ahmad Zahid mengkritik penanganan pemerintah terhadap pandemi COVID-19, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Kamis (8/7/2021).

Ahmad Zahid mengatakan bahwa UMNO telah mendukung Muhyiddin sebagai perdana menteri Malaysia berdasarkan syarat bahwa ia dapat memenuhi dua pedoman utama yang ditentukan oleh dewan tertinggi pada 11 Maret 2020.

"Ini untuk memastikan aspirasi masyarakat benar-benar terwujud, dan pemerintah harus segera mengendalikan kelesuan ekonomi dan menyusun rencana yang efektif untuk menangani pandemi COVID-19," kata Ahmad Zahid.

Selengkapnya baca di sini...

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel