Top 3: 2 Menteri Yordania Mundur Usai Langgar Pembatasan COVID-19 Paling Disorot

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dua orang menteri Yordania berinisiatif untuk mengajukan pengunduran diri setelah secara sadar melanggar aturan pembatasan COVID-19. Diketahui, keduanya telah menghadiri acara makan bersama yang dihadiri oleh banyak orang, lebih dari jumlah yang telah ditetapkan dalam aturan pembatasan.

Berita ini pun menjadi yang terpopuler di kanal Global Liputan6.com edisi Selasa (2/3/2021).

Masih seputar COVID-19, berita menarik lainnya adalah 20 juta lebih warga Inggris telah menerima vaksin COVID-19. Hal ini merupakan suatu pencapaian tersendiri bagi pemerintah setempat karena menjadi yang tertinggi di Eropa.

Beralih ke berita populer selanjutnya mengenai perkembangan kasus secara global di dunia hingga 1 Maret 2021, telah mencapai 114 juta kasus dengan 25 juta orang yang meninggal.

Simak ketiga berita paling populer di kanal Global Liputan6.com edisi Selasa (2/3/2021).

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

1. Langgar Aturan Pembatasan COVID-19, 2 Menteri Yordania Mengundurkan Diri

Seorang polisi memegang tanda berhenti di jalan yang hampir sepi di ibu kota Yordania, Amman, selama penguncian virus corona. [Khalil Mazraawi / AFP]
Seorang polisi memegang tanda berhenti di jalan yang hampir sepi di ibu kota Yordania, Amman, selama penguncian virus corona. [Khalil Mazraawi / AFP]

Menteri dalam negeri dan Menteri Kehakiman Yordania mengundurkan diri setelah menghadiri pesta makan malam di sebuah restoran. Mereka melanggar pembatasan untuk mencegah penyebaran Virus Corona yang seharusnya ditaati kementerian mereka sendiri.

Perdana Menteri Bisher al-Khasawneh menerima pengajuan pengunduran diri Menteri Dalam Negeri Samir Mobeideen dan Menteri Kehakiman Bassam Talhouni, setelah mereka dituduh, menurut sumber pemerintah, "telah melanggar undang-undang darurat" - beberapa hari setelah diberlakukan untuk membendung lonjakan infeksi selama sebulan yang didorong oleh varian Virus Corona COVID-19 yang lebih menular.

Baca berita lengkapnya di sini...

2. 20 Juta Lebih Warga Inggris Sudah Disuntik Vaksin COVID-19 Dosis Pertama

Denzel Kennedy seorang resepsionis lini depan menerima suntikan vaksin virus corona COVID-19 Pfizer BioNtech di Hurley Clinic, London, Inggris, Senin (14/12/2020). Kasus COVID-19 di Inggris mencapai 1.869.666 kasus, dan 64.402 orang meninggal dunia. (Aaron Chown/Pool Photo via AP)
Denzel Kennedy seorang resepsionis lini depan menerima suntikan vaksin virus corona COVID-19 Pfizer BioNtech di Hurley Clinic, London, Inggris, Senin (14/12/2020). Kasus COVID-19 di Inggris mencapai 1.869.666 kasus, dan 64.402 orang meninggal dunia. (Aaron Chown/Pool Photo via AP)

Lebih dari 20 juta orang di seluruh Inggris telah menerima suntikan vaksin COVID-19 pertama mereka, berdasarkan data pada Minggu 28 Februari ketika negara itu membuat lebih banyak kemajuan dengan program vaksinasi tercepat di Eropa.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan pencapaian itu mewakili "pencapaian nasional yang sangat besar dan dia memberikan kesaksian kepada kesehatan negara, pekerja, relawan dan angkatan bersenjata.

Baca berita selengkapnya...

3. Update 1 Maret 2021: 114 Juta Kasus COVID-19 di Dunia, 2,5 Juta Orang Meninggal

Petugas mengubur peti jenazah berisi korban virus corona COVID-19 ke sebuah pemakaman di Jakarta, Rabu (15/4/2020). Hingga sore ini, jumlah kasus COVID-19 di Indonesia sebanyak 5.136 positif, 446 sembuh, dan 469 meninggal dunia. (Bay ISMOYO/AFP)
Petugas mengubur peti jenazah berisi korban virus corona COVID-19 ke sebuah pemakaman di Jakarta, Rabu (15/4/2020). Hingga sore ini, jumlah kasus COVID-19 di Indonesia sebanyak 5.136 positif, 446 sembuh, dan 469 meninggal dunia. (Bay ISMOYO/AFP)

Kasus COVID-19 di seluruh dunia mencapai 114 juta kasus. Jumlah pasien meninggal tercatat 2,5 juta orang. Program vaksinasi COVID-19 masih terus bergulir di berbagai negara.

Simak data selengkapnya...