Top 3: 20 Daftar Bank Terbaik di Indonesia 2021 versi Forbes

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Majalah Forbes kembali melansir Daftar Bank Terbaik Dunia 2021. Laporan yang dirilis pada April 2021 lalu, memasukkan 500 yang masuk bank terbaik dari seluruh dunia.

Daftar tahun ini mencakup rekor jumlah pemenang penghargaan, yang mencerminkan kepercayaan konsumen yang meningkat pada bank mereka.

Melansir laman Forbes, sekitar 500 bank di seluruh dunia dianugerahi konsumen sebagai Bank Terbaik Dunia. Amerika Serikat memimpin dengan 75 bank menerima penghargaan, diikuti Jepang dengan 50 bank.

Arikel mengenai daftar bank terbaik di Indonesia versi Majalah Forbes ini paling banyak dibaca. Selain itu, ada beberapa artikel lain yang tak kanalah menarik.

Berikut daftar berita paling banyak dibaca di kanal Bisnis pada Jumat (28/5/2021):

1. Inilah 20 Bank Terbaik Indonesia pada 2021 versi Forbes

Majalah Forbes kembali melansir Daftar Bank Terbaik Dunia 2021. Laporan yang dirilis pada April 2021 lalu, memasukkan 500 yang masuk bank terbaik dari seluruh dunia.

Daftar tahun ini mencakup rekor jumlah pemenang penghargaan, yang mencerminkan kepercayaan konsumen yang meningkat pada bank mereka.

Melansir laman Forbes, sekitar 500 bank di seluruh dunia dianugerahi konsumen sebagai Bank Terbaik Dunia. Amerika Serikat memimpin dengan 75 bank menerima penghargaan, diikuti Jepang dengan 50 bank.

Forbes juga menambahkan 5 negara baru, yakni Taiwan, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Arab Saudi, dan Singapura.

Sejak tahun lalu, perbankan di seluruh dunia memainkan peran penting dalam menjaga ekonomi global bergerak selama pandemi Corona Covid-19 berlangsung. Para pembuat kebijakan di dunia bersandar pada perbankan lebih besar.

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Perhatian, Sudah Daftar CPNS Tak Bisa Daftar PPPK 2021

Peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) menunggu dimulainya Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil Kemenkumham di Gedung Kepegawaian Negara, Jakarta, Rabu (2/9/2020). Pelaksanaan SKB CPNS yang diikuti 829 peserta itu menerapkan protokol kesehatan. (merdeka.com/Imam Buhori)
Peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) menunggu dimulainya Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil Kemenkumham di Gedung Kepegawaian Negara, Jakarta, Rabu (2/9/2020). Pelaksanaan SKB CPNS yang diikuti 829 peserta itu menerapkan protokol kesehatan. (merdeka.com/Imam Buhori)

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan masyarakat tidak bisa mendaftarkan diri sebagai Calon Pekerja Negeri Sipil (CPNS) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) secara bersamaan.

“Tahun ini pendaftaran CPNS dan CPPPK akan berlangsung bersamaan, namun Sahabat Muda hanya bisa memilih satu formasi. Mantapkan pilihanmu, jangan lupa untuk belajar, berdoa, dan berusaha sekuat tenaga ya,” tulis keterangan Instagram resmi @kemenpanrb, Kamis (27/5/2021).

Adapun pendaftaran untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dipastikan akan dimulai pada Mei hingga Juni 2021. Proses pendaftaran akan dimulai pada 31 Mei hingga 21 Juni 2021.

Sementara proses pendaftaran dijadwalkan selama periode Mei - Juni 2021, pihak KemenPAN RB mengungkapkan bahwa proses seleksinya akan berlangsung mulai Juli hingga Oktober 2021. Pengumumannya pada November 2021.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Jokowi: Banyak Proyek Tak Jelas, Bangun Pelabuhan tapi Tidak Ada Aksesnya

Presiden Jokowi saat memberi pernyataan terkait KPK di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/5/2021). (Biro Pers Media Istana)
Presiden Jokowi saat memberi pernyataan terkait KPK di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/5/2021). (Biro Pers Media Istana)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, kesenjangan antara pembangunan di tingkat pusat dan daerah saat ini masih terjadi. Dia menilai, hal ini terjadi lantaran kualitas perencanaan yang perlu ditingkatkan dan juga tolak ukur keberhasilan program yang belum jelas.

"Saya melihat masih ada program yang tidak jelas ukuran keberhasilannya. Tidak jelas sasarannya, anggarannya yang mau disasar apa. Sehingga ini tidak mendukung pencapaian dari tujuan, dan tidak sinkron dengan program atau kegiatan lainnya," ungkapnya, Kamis (27/5/2021).

Sebagai contoh, Jokowi lantas menggambarkan potret kesenjangan pembangunan di pusat dan daerah dalam pelaksanaan proyek bendungan dan pelabuhan.

"Saya melihat, saya ini di lapangan terus, ada waduk enggak ada irigasinya. Irigasi primer, sekunder, tersier enggak ada. Saya temukan di lapangan," kata Jokowi.

"Ada bangun pelabuhan baru enggak ada akses jalan ke situ. Apa-apaan, gimana pelabuhan itu bisa digunakan. Ini yang terus harus dikawal," seru dia.

Baca artikel selengkapnya di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel