Top 3: 75 Persen Profesi PNS Bakal Punah dalam 5 Tahun ke Depan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Aparatur sipil negara (ASN) atau PNS diingatkan wajib mengikuti perubahan proses bisnis yang terjadi saat ini. Jika tidak, profesi PNS bersangkutan bakal punah dalam waktu dekat ini.

Ini diungkapkan Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana.

"Ini tidak main-main. Dalam 5-10 tahun lagi, mungkin 75 persen dari profesi yang ada sekarang ini akan lenyap. Bisa 30 persen (tersisa) dan itu juga akan berubah. Akan berevolusi," ujar dia dalam suatu sesi webinar, Kamis (5/8/2021).

Artikel mengenai masa depan PNS ini menjadi yang paling banyak dibaca. Selain itu, masih ada beberapa artikel lain yang juga tidak kalah menarik.

Berikut daftar artikel yang paling banyak dibaca di kanal Bisnis Liputan6.com, Jumat (5/8/2021):

1. BKN Ingatkan 75 Persen Profesi PNS Bisa Punah dalam 5 Tahun ke Depan

Aparatur sipil negara (ASN) atau PNS diingatkan wajib mengikuti perubahan proses bisnis yang terjadi saat ini. Jika tidak, profesi PNS bersangkutan bakal punah dalam waktu dekat ini.

Ini diungkapkan Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana. "Ini tidak main-main. Dalam 5-10 tahun lagi, mungkin 75 persen dari profesi yang ada sekarang ini akan lenyap. Bisa 30 persen (tersisa) dan itu juga akan berubah. Akan berevolusi," ujar dia dalam suatu sesi webinar, Kamis (5/8/2021).

"Yang 70 persennya adalah profesi baru. 70 persen yang tidak digunakan lagi karena tidak ada lagi pekerjaan yang membutuhkan itu, tidak eksis lagi," dia menegaskan.

Menurut dia, digitalisasi proses manajemen PNS saat ini sebenarnya sudah tersedia aplikasinya. Dengan begitu, Bima menyebut ada satu profesi PNS yang kini terancam hilang tergerus perubahan zaman.

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 7,07 Persen, Tertinggi Sejak Era SBY di 2004

Suasana arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Suasana arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2021 tumbuh tercatat sebesar 7,07 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini menjadi tertinggi sejak kuartal IV tahun 2004.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Margo Yuwono menyatakan, pertumbuhan yang positif dikuartal II-2021 ini menjadi tertinggi sejak era Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Di mana pada kuartal IV saat itu hanya mencapai 6,65 persen secara yoy.

"Ini tertinggi sejak kuartal IV-2004," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/8).

Jika dilihat secara kumulatif yakni Januari-Juni pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 ini tercatat tumbuh 3,10 persen. Pertumbuhan ini meningkat jika dibandingkan periode sama 2020 yang tercatat kontraksi minus 1,26 persen.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Ada Vaksinasi Gratis Khusus Buruh di Jawa Barat, Ini Lokasinya

Program vaksinasi gratis buruh di Jawa Barat (dok: KSPSI)
Program vaksinasi gratis buruh di Jawa Barat (dok: KSPSI)

Program vaksinasi massal terus digalakkan oleh berbagai elemen masyarakat. Kali ini organisasi buruh di Indonesia, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) bekerja sama dengan Polri menggelar vaksinasi untuk para buruh di Jawa Barat.

Ini merupakan gelaran kedua yang dilakukan oleh KSPSI bersama Polri setelah sebelumnya juga melakukan kegiatan serupa di PT Victory Chingluh, Tangerang, Banten.

Adapun lokasi vaksinasi Covid-19 untuk buruh kali ini berlangsung di Pimpinan Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP TSK SPSI) PT Kahatex, Sumedang, Jawa Barat.

Vaksinasi Presisi Polri Bersinergi dengan DPP KSPSI ini menargetkan 15 ribu buruh sebagai penerima vaksin.

Baca artikel selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel