Top 3: 8 Produsen Vaksin Covid-19 di Dunia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Berbagai merek vaksin Covid-19 terus bermunculan. Apapun jenis merek yang digunakan saat vaksinasi, fungsi utamanya hanya satu, yaitu menghentikan penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Di Indonesia, data yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Rabu (25/8/2021), mencatat sebanyak 59 juta orang sudah menerima vaksinasi dosis pertama. Sementara itu, sebanyak 33 juta orang sudah menerima vaksinasi dosis kedua.

Berita mengenai daftar merek vaksin yang punya izin edar dan penggunaan darurat di dunia ini menjadi artikel yang paling banyak dibaca. Selain itu, ada beberapa artikel yang tak kalah menarik.

Berikut daftar artikel yang paling banyak dibaca di kanal Bisnis Liputan6.com pada Jumat (26/8/2021):

1. Kenali 8 Produsen Vaksin Covid-19 di Dunia, Ada dari Indonesia

Berbagai merek vaksin Covid-19 terus bermunculan. Apapun jenis merek yang digunakan saat vaksinasi, fungsi utamanya hanya satu, yaitu menghentikan penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Di Indonesia, data yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Rabu (25/8/2021), mencatat sebanyak 59 juta orang sudah menerima vaksinasi dosis pertama. Sementara itu, sebanyak 33 juta orang sudah menerima vaksinasi dosis kedua.

Negara-negara di dunia, seperti Amerika Serikat, China, hingga Rusia mendistribusikan vaksin buatannya untuk membantu memenuhi kebutuhan vaksinasi di Indonesia.

Tak ketinggalan, Indonesia juga tengah memproduksi vaksin buatan sendiri, seperti Merah Putih dan Nusantara.

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Miris! Warga Afghanistan yang Ingin Lepas dari Taliban Diminta Bayar Rp 93,7 Juta

Orang-orang Afghanistan mengantre dan menaiki pesawat militer AS untuk meninggalkan Afghanistan, di bandara militer di Kabul, Kamis (19/8/2021). Ribuan orang berlomba-lomba melarikan diri dari Afghanistan setelah pasukan Taliban berhasil merebut pemerintahan negara itu. (Shakib RAHMANI/AFP)
Orang-orang Afghanistan mengantre dan menaiki pesawat militer AS untuk meninggalkan Afghanistan, di bandara militer di Kabul, Kamis (19/8/2021). Ribuan orang berlomba-lomba melarikan diri dari Afghanistan setelah pasukan Taliban berhasil merebut pemerintahan negara itu. (Shakib RAHMANI/AFP)

Erik Prince, pendiri perusahaan militer swasta AS bernama Blackwater mematok tarif Rp 93,7 juta (USD 6.500) satu kursi penerbangan untuk mengevakuasi warga Afghanistan dari Bandara Kabul.

“Biaya itu akan mencakup biaya masuk ke bandara dan penerbangan keluar, tetapi dia akan membebankan biaya lebih kepada penumpang jika memerlukan transportasi ke bandara, dari ibu kota,” ujar Prince melansir businessinsider, Kamis (26/8/2021).

Keterlibatan AS dalam perang di Irak dan Afghanistan telah memberikan keuntungan miliaran dolar bagi perusahaan milik Prince.

Seperti kondisi saat ini di Afghanista yang dikuasai Taliban seakan menjadi peluang bagi Prince mengantongi keuntungan dengan cara menjual tiket pesawat.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Abdul Qoyum Tjandranegara, Mantan Dirut PGN Meninggal Dunia

Mantan Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Abdul Qoyum Tjandranegara meninggal dunia
Mantan Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Abdul Qoyum Tjandranegara meninggal dunia

Kabar duka datang dari sektor energi. Mantan Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Abdul Qoyum Tjandranegara meninggal dunia.

Abdul Qoyum Tjandranegara tercatat menjabat sebagai Direktur Utama PGN periode 1992-2001.

Dikutip dari akun Instagram PGN @gas_negara, Abdul Qoyum Tjandranegara dinilai sebagai sosok yang patut dijadikan contoh dan penuh inspirasi.

"Segenap Komisaris, Direksi dan Karyawan PGN mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya sosok panutan dan penuh insipirasi. Bapak Abdul Qoyum Tjandranegara yang telah berpulang ke Rahmatullah," tulis akun tersebut.

Baca artikel selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel