Top 3: 97 Ribu Data ASN Misterius

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengungkapkan satu fakta mengejutkan. Fakta tersebut adalah terdapat data misterius yaitu ada hampir 100 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendapat gaji tetapi tidak ada orangnya.

Artikel mengenai data misterius yang ditemukan oleh BKN ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu ada juga artikel lain yang layak disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Selasa 25 Mei 2021:

1. Terkuak Ada 97 Ribu Data ASN Misterius di 2014, Punya Gaji tapi Tak Ada Orang

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengungkapkan satu fakta mengejutkan. Terkuak jika pada 2014, saat dilakukan pendataan ulang PNS terdapat data ASN misterius.

“Hasilnya ternyata hampir 100.000 tepatnya 97.000 data itu misterius, dibayarkan gajinya membayar iuran pensiun tapi tidak ada orangnya,” ujar Bima dalam Kick off Meeting Pemutakhiran Data Mandiri ASN.

Bima bercerita, pada tahun 2002 saat itu masih menjabat sebagai Direktur Aparatur Negara di Bappenas, dan kegiatan pemutakhiran data itu menjadi kegiatan nasional yang harus dilakukan oleh BKN.

Simak artikel selengkapnya di sini

2. Harga Emas Berpeluang Besar Tembus USD 1.900 per Ounce

Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)
Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Pekan ini menjadi game changer untuk harga emas menuju level USD 1.900 per ounce. Setelah aksi jual besar-besaran di ruang kripto, daya tarik emas kembali ke radar bagi banyak investor.

"Ini merupakan salah satu pekan yang merupakan game changer bagi banyak pedagang. Geloembung kripto muncul. Bahkan meskipun kripto tidak akan hilang dalam waktu dekat, argumen bahwa bitcoin adalah pelindung inflasi yang baik, yang telah menarik banyak uang institutisional, sudah dipertanyakan. Ke depan, orang-orang akan lebih sadar dan prihatin tentang volatilitas bitcoin. Hal ini menyebabkan gelombang uang kembali ke emas. Saya bullish pada emas," jelas analis pasar senior OANDA, Edward Moya.

Satu risiko yang tersisa adalah langkah Federal Reserve, yang dapat memicu lonjakan lain dalam imbal hasil Treasury AS 10-tahun. Menurut Moyes, pergerakan di pasar obligasi kemungkinan akan memberikan risiko utama untuk harga emas.

Simak artikel selengkapnya di sini

3. BERANI BERUBAH: Duo Mantan Pramugari Penjual Lontong Sayur

Meitry Nur Fazrina (kiri) dan Qorry Natawijaya (kanan) adalah mantan pramugari yang kini berjualan lontong sayur di jalan. Bisnis keduanya laris-manis, dan kini mereka bisa bertahan dari penghasilan lontong sayurnya. (Foto: Liputan6.com).
Meitry Nur Fazrina (kiri) dan Qorry Natawijaya (kanan) adalah mantan pramugari yang kini berjualan lontong sayur di jalan. Bisnis keduanya laris-manis, dan kini mereka bisa bertahan dari penghasilan lontong sayurnya. (Foto: Liputan6.com).

Semula terbang tinggi di udara, namun kini terjebak di daratan. Pandemi Covid-19 bagaikan jangkar yang menahan Meitry Nur Fazrina dan Qorry Natawijaya dari mengudara. Kedua pramugari ini harus pasrah kehilangan pekerjaan akibat lesunya bisnis penerbangan.

Tetapi, tak lagi berprofesi sebagai pramugari tidak mematahkan semangat mereka untuk bertahan. Meski awalnya bingung harus melakukan apa, namun keduanya tetap memutar otak.

Meitry dan Qorry tahu mereka harus Berani Berubah demi tetap berpenghasilan. Dengan sisa uang tabungan yang ada, duo mantan pramugari cantik ini akhirnya memutuskan untuk membuka bisnis gerobak lontong sayur di jalan.

Simak artikel selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel