Top 3: Abdee Negara, Gitaris Slank Kini Jabat Komisaris Telkom

·Bacaan 3 menit
Kisah rumah tangga musisi senior Abdee Negara atau Abdee Slank masih bergulir di Pengadilan Agama. Seperti diketahui, Abdee menggugat cerai sang istri. Pada Senin (26/2/2018) sidang cerai digelar untuk ke delapan kalinya. (dok. Bintang.com)

Liputan6.com, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) untuk tahun buku 2020 merombak susunan komisaris pada Jumat, (28/5/2021). RUPST Telkom Indonesia mengangkat Arya Sinulingga dan Abdi Negara Nurdin atau Abdee Slank masing-masing sebagai Komisaris dan Komisaris Independen.

Adapun Arya Sinulingga menjabat sebagai staf khusus Menteri BUMN Erick Thohir. Pria kelahiran 1971 ini sebelum jadi Staf Khusus Menteri BUMN dikenal sebagai ahli kebijakan media. Ia pun pernah memegang jabatan penting di perusahaan media, demikian mengutip berbagai sumber.

Sementara itu, Abdi Negara Nurdin atau dikenal Abdee Slank. Ia berperan gitaris di grup musik Slank era tahun 80 yang masih eksis hingga saat ini. Selain sebagai gitaris, Abdee Slank juga menjadi produser band musik. Selain itu, ia juga turut andil dalam menciptakan lagu.

Artikel Erick Thohir Angkat Abdee Slank dan Arya Sinulingga Jadi Komisaris Telkom menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Sabtu, (29/5/2021):

1.Erick Thohir Angkat Abdee Slank dan Arya Sinulingga Jadi Komisaris Telkom

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) untuk tahun buku 2020 merombak susunan komisaris pada Jumat, (28/5/2021). RUPST Telkom Indonesia mengangkat Arya Sinulingga dan Abdi Negara Nurdin atau Abdee Slank masing-masing sebagai Komisaris dan Komisaris Independen.

Adapun Arya Sinulingga menjabat sebagai staf khusus Menteri BUMN Erick Thohir. Pria kelahiran 1971 ini sebelum jadi Staf Khusus Menteri BUMN dikenal sebagai ahli kebijakan media. Ia pun pernah memegang jabatan penting di perusahaan media, demikian mengutip berbagai sumber.

Sementara itu, Abdi Negara Nurdin atau dikenal Abdee Slank. Ia berperan gitaris di grup musik Slank era tahun 80 yang masih eksis hingga saat ini. Selain sebagai gitaris, Abdee Slank juga menjadi produser band musik. Selain itu, ia juga turut andil dalam menciptakan lagu.

Berita selengkapnya baca di sini

2.Profil Alissa Wahid, Putri Gus Dur yang Menjabat Komisaris Independen Unilever Indonesia

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memutuskan merombak susunan komisaris pada Kamis, 27 Mei 2021.

Dari hasil RUPST PT Unilever Indonesia Tbk ini mengangkat Alissa Wahid sebagai Komisaris Independen. Ia bersama Fauzi Ichsan menjadi Komisaris Independen baru PT Unilever Indonesia Tbk. Alissa Wahid, putri sulung dari mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid atau dikenal Gus Dur dan Sinta Nuriyah.

Perempuan bernama lengkap Alissa Qotrunnada Munawaroh ini berprofesi sebagai psikologi keluarga. Ia dikenal luas karena sumbangsihnya di sektor sosial terutama tentang multikulturalisme, demokrasi serta hak asasi manusia (HAM) dan gerakan Muslim moderat di Indonesia. Demikian mengutip dari laman Unilever.co.id, Jumat, 28 Mei 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Morgan Stanley Setop Bisnis Broker di Indonesia, Apa Kata BEI?

PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia memutuskan menghentikan kegiatan perantara perdagangan efek atau bisnis broker di Indonesia.

Penutupan kegiatan perantara perdagangan efek oleh Morgan Stanley ini di tengah pertumbuhan investor pasar modal di Indonesia. Dari data yang dirilis KSEI, jumlah single investor identification (SID) pasar modal telah mencapai 5.088.093 investor hingga April 2021. Angka tersebut meningkat hingga 31,11 persen dibandingkan Desember 2020, yakni sebanyak 3.880.753 SID.

Lalu bagaimana tanggapan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai keputusan Morgan Stanley Indonesia yang menghentikan bisnis brokernya di Indonesia?

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo menuturkan, kemungkinan semakin turun pembobotan nilai bursa efek di ASEAN termasuk Indonesia dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Hal ini seiring China yang masih dianggap negara berkembang. Selain itu, ada penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) raksasa seperti Saudi Aramco.

Berita selengkapnya baca di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel