Top 3: Alasan Latinusa Absen Bagi Dividen

·Bacaan 2 menit
Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pelat Timah Nusantara Tbk, disingkat PT Latinusa (NIKL) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. Hal ini lantaran secara akumulatif perseroan masih mencatatkan kerugian.

"Sampai saat ini kita belum mampu untuk membagikan dividen kepada pemegang saham karena kita masih memiliki akumulasi rugi,” kata Direktur Utama PT Pelat Timah Nusantara Tbk, Jetrinaldi dalam paparan publik, Kamis, 8 April 2021.

Adapun untuk tahun buku 2020, perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih tahun berjalan menjadi USD 2,72 juta, setara Rp 39,6 miliar (kurs 14.570 per USD). Naik tipis 1,38 persen dari laba bersih tahun berjalan 2019 sebesar USD 2,68 juta.

Artikel alasan Latinusa absen bagi dividen menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut sejumlah artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Jumat, (9/4/2021):

1.Alasan Latinusa Absen Bagi Dividen

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pelat Timah Nusantara Tbk, disingkat PT Latinusa (NIKL) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. Hal ini lantaran secara akumulatif perseroan masih mencatatkan kerugian.

"Sampai saat ini kita belum mampu untuk membagikan dividen kepada pemegang saham karena kita masih memiliki akumulasi rugi,” kata Direktur Utama PT Pelat Timah Nusantara Tbk, Jetrinaldi dalam paparan publik, Kamis, 8 April 2021.

Adapun untuk tahun buku 2020, perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih tahun berjalan menjadi USD 2,72 juta, setara Rp 39,6 miliar (kurs 14.570 per USD). Naik tipis 1,38 persen dari laba bersih tahun berjalan 2019 sebesar USD 2,68 juta.

Berita selengkapnya baca di sini

2.Jurus KPEI Perkuat Identitas di Pasar Modal Indonesia

PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mencatatkan milestone baru dengan meluncurkan logo sebagai bentuk penyesuaian atas perkembangan perusahaan.

Sejalan dengan peran KPEI untuk mengambil peran yang lebih luas dan strategis di pasar modal dan pasar keuangan Indonesia. Pada 2021, KPEI bertransformasi dengan melakukan rebranding dan mengenalkan wajah baru KPEI.

Direktur Utama KPEI, Sunandar mengatakan, langkah ini diharapkan dapat memperkuat identitas dan meningkatkan citra positif KPEI sebagai lembaga yang memiliki peran penting di Indonesia.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Multipolar Jual 11,9 Persen Saham MPPA

PT Multipolar Tbk (MLPL) menjual 11,9 persen saham kepemilikan di PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) pada Selasa, 6 April 2021.

PT Multipolar Tbk melepas 896.327.200 lembar atau sekitar 11,9 persen saham MPPA dengan harga Rp 404 per saham. Total nilai penjualan saham sebesar Rp 362,11 miliar. Perseroan menyatakan penjualan saham MPPA tersebut untuk memperluas investor skala besar dalam MPPA dan investasi kembali.

“Perseroan telah menjual 11,9 persen saham kepemilikan di MPPA, dan berencana untuk menginvestasikannya kembali dana hasil penjualan saham ke dalam MPPA untuk memperkuat neraca dan menyediakan modal kerja yang dibutuhkan untuk mendorong MPPA ke tahap pertumbuhan berikutnya,” dikutip dari keterbukaan informasi BEI pada 7 April 2021 yang diteken Direktur PT Multipolar Tbk Agus Arismunandar.

Berita selengkapnya baca di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini