Top 3: Alasan Penerapan Sertifikat Tanah Elektronik di 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah akan menerapkan pendaftaran sertifikat tanah secara elektronik pada 2021 ini. Hal tersebut diklaim akan menekan munculnya mafia tanah dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Adanya sertifikat tanah elektronik ini tertuang dalam Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik dan PMNA No 3 Tahun 1997 akan berlaku secara berdampingan dalam penyelenggaraan pendaftaran tanah.

Ada beberapa alasan di balik keputusan pemerintah menerapkan sertifikat tanah elektronik mulai 2021 ini. Salah satunya, penyelenggaraan pendaftaran sertifikat tanah secara elektronik akan meningkatkan efisiensi baik pada simpul input, proses maupun output.

Artikel mengenai alasan kebijakan sertifikat tanah elektronik ini salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa berita lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Jumat 5 Februari 2021:

1. Ternyata Ini Alasan Pemerintah Terapkan Sertifikat Tanah Elektronik Mulai 2021

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mulai tahun ini akan menggunakan sertifikat tanah elektronik.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mulai tahun ini akan menggunakan sertifikat tanah elektronik.

Ternyata ada beberapa alasan di balik keputusan pemerintah menerapkan sertifikat tanah elektronik mulai 2021 ini. Adapun kebijakan sertifikat tanah elektronik ini tertuang dalam Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik.

Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah, Dwi Purnama menyebutkan beberapa alasan penerapan sertifikat tanah elektronik ini.

Simak artikel selengkapnya di sini

2. Erick Thohir Sindir 4 BUMN Kinerja Sahamnya Loyo Usai IPO

Menteri BUMN, Erick Thohir memberikan paparan dalam rapat dengan Panitia Kerja (Panja) DPR RI untuk skandal di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/1/2020). Erick Thohir diundang untuk membahas penyelesaian sengkarut Jiwasraya. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Menteri BUMN, Erick Thohir memberikan paparan dalam rapat dengan Panitia Kerja (Panja) DPR RI untuk skandal di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/1/2020). Erick Thohir diundang untuk membahas penyelesaian sengkarut Jiwasraya. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mempersiapkan 8 hingga 12 BUMN bisa melantai di bursa efek (IPO) tahun ini. Dia berharap BUMN yang nantinya akan go public tidak hanya tercatat tetapi harus memiliki fundamental yang kuat.

"Saya nggak mau bilang angka fix nya nanti dicari-cari. Tapi ada 8 hingga 12 yang kita akan go public, akan tetapi bukan sekedar go-public, kembali fundamental dan sustain harus ada," ujarnya, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Erick Thohir mengatakan, dirinya tidak mau apabila BUMN yang sudah dipersiapkan go publik malah memiliki kinerja yang buruk. Sebab, hingga kini ada 4 perusahaan BUMN yang tercatat di bursa efek dalam kondisi tidak baik.

Simak artikel selengkapnya di sini

3. Cerita Erick Thohir Dibisiki Jokowi Soal Bank Syariah Indonesia: Logo Bagus, Usaha Harus Bagus

Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir membahas perlindungan tenaga kesehatan dari paparan COVID-19 dalam pertemuan dengan IDI di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/9/2020). (Dok Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19)
Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir membahas perlindungan tenaga kesehatan dari paparan COVID-19 dalam pertemuan dengan IDI di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/9/2020). (Dok Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19)

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Presiden Jokowi sempat membisiki dirinya saat peluncuran PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara sempat memuji logo perusahaan bank pelat merah itu sembari meminta agar kinerja perusahaan sebagus logonya.

"Kemarin ketika Bapak Presiden pada saat meluncurkan BSI, membisikkan ke saya. Pak Menteri, logonya bagus, tapi titip usahanya harus bagus," ujarnya, dalam acara Perkenalan BSI, Jakarta, Kamis (4/2).

Erick Thohir mengatakan, dirinya juga memiliki keinginan yang sama. Salah satunya ingin melihat lebih banyak lagi perusahaan pelat merah yang masuk dalam daftar perusahaan publik terbesar dunia versi Forbes.

Simak artikel selengkapnya di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: