Top 3: Baidu Bidik Dana Rp 43,15 Triliun dari IPO di Bursa Saham Hong Kong

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Baidu akan mengumpulkan dana sekitar USD 3 miliar atau sekitar Rp 43,15 triliun (asumsi kurs Rp 14.383 per dolar AS saat pencatatan saham sekunder di bursa saham Hong Kong.

Mengutip CNBC, Kamis, 11 Maret 2021, seorang sumber mengatakan, kalau pendaftaran saham akan selesai sebelum akhir bulan. Baidu yang juga terdaftar di bursa saham Nasdaq akan menerbitkan empat persen saham. Proses book building atau masa penawaran awal paling cepat dilakukan Jumat. Harga saham akan diumumkan menjelang akhir pekan depan.

Meski demikian, Baidu menolak berkomentar mengenai hal itu. Baidu bergabung dengan jajaran perusahaan teknologi China yang saat ini tercatat di bursa saham AS dan melakukan penawaran sekunder di bursa Hong Kong.

Artikel Baidu bidik dana Rp 43,15 triliun dari IPO di Bursa Saham Hong Kong menyita perhatian pembaca di saham pada Kamis, 11 Maret 2021. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Jumat (12/3/2021):

1.Baidu Bidik Dana Rp 43,15 Triliun dari IPO di Bursa Saham Hong Kong

Baidu akan mengumpulkan dana sekitar USD 3 miliar atau sekitar Rp 43,15 triliun (asumsi kurs Rp 14.383 per dolar AS saat pencatatan saham sekunder di bursa saham Hong Kong.

Mengutip CNBC, Kamis, 11 Maret 2021, seorang sumber mengatakan, kalau pendaftaran saham akan selesai sebelum akhir bulan. Baidu yang juga terdaftar di bursa saham Nasdaq akan menerbitkan empat persen saham. Proses book building atau masa penawaran awal paling cepat dilakukan Jumat. Harga saham akan diumumkan menjelang akhir pekan depan.

Meski demikian, Baidu menolak berkomentar mengenai hal itu. Baidu bergabung dengan jajaran perusahaan teknologi China yang saat ini tercatat di bursa saham AS dan melakukan penawaran sekunder di bursa Hong Kong.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Pendapatan Hero Supermarket Turun 26,98 Persen Jadi Rp 8,89 Triliun pada 2020

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mencatat pendapatan turun pada 2020. Perseroan meraup pendapatan Rp 8,89 triliun. Pendapatan susut 26,98 persen dari periode 2019 sebesar Rp 12,18 triliun.

Beban pokok pendapatan turun 25,64 persen dari Rp 8,73 triliun pada 2019 menjadi Rp 6,49 triliun pada 2020. Laba kotor Hero Supermarket merosot 30,39 persen dari Rp 3,44 triliun pada 2019 menjadi Rp 2,39 triliun pada 2020.

Beban usaha naik 1,88 persen dari Rp 3,48 triliun pada 2019 menjadi Rp 3,55 triliun. Biaya keuangan naik menjadi Rp 112,69 miliar pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,93 miliar.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Perusahaan Teknologi Bakal Tarik Dana Investor Asing ke Indonesia

PT Mandiri Sekuritas menyebut, pencatatan saham perusahaan teknologi di dalam negeri akan sangat menguntungkan Indonesia, karena menjadi potensi masuknya aliran dana investor asing ke Indonesia.

Tak hanya itu, hal ini juga memungkinkan lembaga dalam negeri (asuransi, dana pensiun, dan manajemen aset) serta investor individu untuk berinvestasi pada ekonomi baru.

Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar untuk ekonomi digital secara global dan terbesar di ASEAN. Meski demikian, bursa domestiknya kekurangan hadirnya ekonomi digital.

Berita selengkapnya baca di sini

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini