Top 3: Banyak Pengusaha Mikro Pinjam Uang ke Rentenir

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pangsa pasar penyaluran kredit ke sektor mikro dan ultra mikro masih sangat besar. Tercatat, ada 57 juta pengusaha ultra mikro yang berpotensi mendapatkan pembiayaan dengan plafon di bawah Rp 10 juta.

Namun, dari jumlah tersebut yang baru terlayani mendapatkan pembiayaan hanya 20 persen saja. Sementara 80 persen lainnya belum tergarap baik oleh lembaga keuangan formal maupun informal.

Pendanaan yang pengusaha ultra mikro butuhkan pun sekitar Rp 5 juta. Namun sulitnya akses menuju lembaga formal, membuat pengusaha ultra mikro ini meminjam dari rentenir.

Artikel mengenai pengusaha yang meminjam uang ke rentenir ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Sabtu 30 Januari 2021:

1. Dirut BRI Sunarso: Cari Pinjaman Rp 5 Juta, Banyak Pengusaha Mikro Lari ke Rentenir

Pangsa pasar penyaluran kredit ke sektor mikro dan ultra mikro masih sangat besar. Hal ini pun menjadi peluang bagi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) untuk masuk ke pasar tersebut.

Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, berdasarkan dari internal perusahaan mencatat ada 57 juta pengusaha ultra mikro yang berpotensi mendapatkan pembiayaan dengan plafon di bawah Rp 10 juta.

"Total segmen mikro yang kreditnya di bawah 10 juta ini masih ada 57 juta pengusaha ultra mikro ini potensial," kata Sunarso.

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Sri Mulyani Tarik Pajak Penjualan Pulsa dan Token Listrik Mulai 1 Februari 2021

Ilustrasi Foto Pajak (iStockphoto)
Ilustrasi Foto Pajak (iStockphoto)

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 6/PMK.03/2021 tentang Perhitungan dan Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta Pajak Penghasilan atas Penyerahan atau Penghasilan sehubungan dengan Penjualan Pulsa, Kartu Perdana, Token, dan Voucher.

Beleid tersebut menyebutkan, penjualan pulsa, kartu perdana, token dan voucher akan dikenakan pajak.

"Untuk menyederhanakan administrasi dan mekanisme pemungutan Pajak Pertambahan Nilai atas penyerahan pulsa oleh penyelenggara distribusi pulsa, perlu mengatur ketentuan mengenai penghitungan dan pemungutan Pajak Pertambahan Nilai serta Pajak Penghasilan atas penyerahan atau penghasilan sehubungan dengan penjualan pulsa, kartu perdana, token, dan voucer," demikian dikutip Liputan6.com.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Indofood Buka Lowongan Kerja Gede-gedean Buat Semua Jurusan, Cek Syaratnya

Ilustrasi Foto Lowongan Kerja (iStockphoto)
Ilustrasi Foto Lowongan Kerja (iStockphoto)

PT Indofood Sukses Makmur Tbk, merupakan produsen berbagai jenis makanan dan minuman yang bermarkas di Jakarta. Berbagai jenis produk dari Indofood pun sukses di pasaran. Kini Indofood membuka lowongan kerja bagi para lulusan SMA maupun Sarjana.

Melansir dari situs resminya, Jumat (29/01/2021). Posisi yang dibuka adalah, Area Sales Promotion Supervisor, Internal Audit Supervisor, Career & People Management Staff, Transportation Staff, Sales Admin & Transport Assistant Manager, Supervisor Business Intelligence System, Area Sales Promotion Supervisor, Section Head - Machining and Repair, dan Warehouse Clerk.

Berikut adalah deskripsi pekerjaan, kualifikasi pekerjaan, divisi, lokasi penempatan, dan batas akhir pendaftaran dari masing-masing posisi.

Baca artikel selengkapnya di sini