Top 3: Beda Krisis Keuangan Imbas Covid-19 dengan 1998

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia pernah mengalami dua kali krisis ekonomi yang dipengaruhi kondisi perlambatan global pada 1998 dan 2008. Saat ini Indonesia juga tengah mengalami krisis karena pandemi Covid-19.

DJPPR menjelaskan bahwa krisis perekonomian yang diakibatkan pandemi covid-19 saat ini jauh lebih kompleks dibanding krisis 1997-1998 dan 2008-2009, karena penyebabnya belum bisa ditahan dan dihentikan.

Artikel mengenai perbedaan krisis keuangan pada 1998, 2008 dan karena pandemi menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis 9 September 2021:

1. Apa Bedanya Krisis Keuangan Imbas Covid-19 dengan 1998 dan 2008?

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menjelaskan perbedaan krisis keuangan di masa pandemi dengan Krisis Keuangan Tahun 1998 dan 2008 terletak pada penyebabnya.

“Indonesia pernah mengalami dua kali krisis ekonomi yang dipengaruhi kondisi perlambatan global pada tahun 1998 dan 2008. Lalu apa bedanya ya dengan krisis yang kita alami saat ini karena pandemi Covid-19?,” tulis keterangan dikutip dari Instagram resmi @djpprkemenkeu.

Dalam postingannya, DJPPR menjelaskan bahwa krisis perekonomian yang diakibatkan pandemi covid-19 saat ini jauh lebih kompleks dibanding krisis 1997-1998 dan 2008-2009, karena penyebabnya belum bisa ditahan dan dihentikan.

Simak artikel selengkapnya di sini

2. Harga Emas Anjlok, Catat Penurunan Terbesar Selama Sebulan

Emas batangan diperlihatkan petugas di kantor BNI Syariah, Jakarta, Senin (30/11). Harga jual-beli kembali (buyback) emas Antam turun Rp 1.000 usai akhir pekan kemarin naik di tengah turunnya harga emas global. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Emas batangan diperlihatkan petugas di kantor BNI Syariah, Jakarta, Senin (30/11). Harga jual-beli kembali (buyback) emas Antam turun Rp 1.000 usai akhir pekan kemarin naik di tengah turunnya harga emas global. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas turun lebih dari 1 persen pada hari Selasa dan berada di jalur untuk penurunan harian terbesar dalam sebulan, karena dolar yang menguat dan imbal hasil yang lebih tinggi menghilangkan kilau logam tersebut.

Dikutip dari CNBC, Rabu (8/9/2021), harga emas di pasar spot turun 1,4 persen menjadi USD 1.797,49 per ounce pada 14:22 ET, dan ditetapkan untuk hari terburuk sejak 9 Agustus.

Harga emas berjangka AS menetap 1,8 persen lebih rendah pada USD 1.800,40 per ounce.

Simak artikel selengkapnya di sini

3. Menko Luhut: Pabrik Vaksin di Pulogadung Punya Teknologi Sama dengan Pfizer

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan ke PT Etana Biotechnologies Indonesia di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada hari Selasa (7/9).
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan ke PT Etana Biotechnologies Indonesia di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada hari Selasa (7/9).

Pemerintah mengapresiasi pihak swasta dalam penanganan COVID-19. Salah satunya dalam mewujudkan kemandirian vaksin.

PT Etana Biotechnologies Indonesia di Pulogadung, Jakarta Timur, akan mengembangkan vaksin COVID-19 mRNA, dengan teknologi, yang sama dengan Pfizer.

Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada Selasa (7/9/2021) mengunjungi langsung pabrik di Pulogadung tersebut.

Simak artikel selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel