Top 3: BEI Pantau Saham REAL, Begini Penjelasan Repower Asia Indonesia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau transaksi saham PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL). Hal ini seiring terjadi peningkatan harga saham REAL yang di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).

Pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Agustus 2021, saham REAL turun 6,78 persen ke posisi Rp 110 per saham. Saham REAL dibuka melemah 8 poin ke posisi Rp 110 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.702 kali dengan volume perdagangan 833.418. Nilai transaksi Rp 9,2 miliar. Pada 16-20 Agustus 2021, saham REAL naik 120 persen ke posisi Rp 110 per saham.

Saham REAL berada di level tertinggi Rp 121 dan terendah Rp 50 per saham. Total volume perdagangan 3.473.811.400. Nilai transaksi harian saham Rp 359,3 miliar. Total frekuensi perdagangan 112.395 kali.

Artikel BEI pantau saham REAL, begini penjelasan Repower Asia Indonesia menyita perhatian pembaca di saham pada Sabtu, 21 Agustus 2021. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut sejumlah artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Minggu (22/8/2021):

1.BEI Pantau Saham REAL, Begini Penjelasan Repower Asia Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau transaksi saham PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL). Hal ini seiring terjadi peningkatan harga saham REAL yang di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).

Pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Agustus 2021, saham REAL turun 6,78 persen ke posisi Rp 110 per saham. Saham REAL dibuka melemah 8 poin ke posisi Rp 110 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.702 kali dengan volume perdagangan 833.418. Nilai transaksi Rp 9,2 miliar. Pada 16-20 Agustus 2021, saham REAL naik 120 persen ke posisi Rp 110 per saham.

Saham REAL berada di level tertinggi Rp 121 dan terendah Rp 50 per saham. Total volume perdagangan 3.473.811.400. Nilai transaksi harian saham Rp 359,3 miliar. Total frekuensi perdagangan 112.395 kali.

Berita selengkapnya baca di sini

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2. 10 Saham Cetak Kenaikan Terbesar pada 16-20 Agustus 2021, Ada REAL hingga UVCR

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas di Jakarta, Rabu (14/11).  Pasar saham Indonesia naik 23,09 poin atau 0,39% ke 5.858,29. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas di Jakarta, Rabu (14/11). Pasar saham Indonesia naik 23,09 poin atau 0,39% ke 5.858,29. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) alami koreksi pada 16-20 Agustus 2021. IHSG merosot 1,77 persen ke posisi 6.030,77. Kapitalisasi pasar bursa pun merosot 1,8 persen dari Rp 7.400,65 triliun menjadi Rp 7.267,79 triliun.

Di tengah IHSG yang merosot selama sepekan, sejumlah saham mencatat kenaikan tajam atau masuk top gainers. Pada pekan ini, saham PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) memimpin penguatan. Saham REAL naik 120 persen menjadi Rp 110 per saham dari posisi Rp 50 per saham.

Penguatan saham REAL terjadi seiring kabar ustaz Yusuf Mansur membeli saham REAL sebanyak 6 juta lot saham dengan harga Rp 50 per saham. Dengan demikian, Yusuf Mansur merogoh sekitar Rp 30 miliar untuk beli saham REAL.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Melihat Ekonomi Digital dari Kacamata Dirut Bukalapak

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indonesia tengah memasuki fase ekonomi baru yang berbasis digital. Meski di negara maju antara lain Amerika Serikat (AS) dan China aktivitas ekonomi yang berbasis teknologi bukanlah hal baru.

Melainkan memang telah menjadi kesatuan dalam ekonomi negara tersebut saat ini. Direktur Utama PT Bukalapak.com (BUKA) Rachmat Kaimuddin mengatakan, kendati saat ini tren bisnis mengarah pada digital, ia melihat masih ada ruang gerak bagi bisnis offline.

“Mungkin ini bukan new economy, ini adalah be economy. Saya enggak mikir bahwa dari offline akan jadi online semua. Saya berpendapat online dan offline akan bergabung. Keduanya jadi sama pentingnya,” kata Rachmat dalam InvestEdTalk Episode Perdana yang tayang di laman Instagram @pandusjahrir, ditulis Sabtu, 21 Agustus 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel