Top 3: Bermain Aman selama Pandemi Corona

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum BPP Hipmi, Mardani H Maming, meminta kepada setiap pengusaha untuk tidak melakukan spekulasi bisnis selama masa krisis akibat virus corona.

Ia mengajak setiap pengusaha untuk bermain aman selama masa pandemi Covid-19. Apalagi sampai sekarang vaksinnya belum ditemukan, sehingga tidak dapat diprediksi kapan wabah corona akan berakhir.

Artikel mengenai ajakan ke para pengusaha untuk tidak berspekulasi dan bermain aman ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis, 21 Mei 2020:

1. Pengusaha Sebaiknya Bermain Aman selama Masa Pandemi Corona

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Mardani H Maming, meminta kepada setiap pengusaha untuk tidak melakukan spekulasi bisnis selama masa krisis akibat virus corona (Covid-19).

Sebab menurutnya, hal tersebut akan sangat berisiko jika dilakukan di tengah ketidakpastian perekonomian nasional dan global saat ini.

"Semua hilang karena corona. Sehingga menurut saya di dalam corona ini harus ada satu yang kita tambahkan, adalah bertahan hidup dan jangan berspekulasi di saat tidak ada kepastian ekonomi," seru dia.

Baca artikel selengkapnya di sini

 

2. Harga Emas Naik Dipengaruhi Ketidakpastian Kebangkitan Ekonomi Global

Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Harga emas naik pada hari Selasa di tengah ketidakpastian tentang bagaimana ekonomi akan bangkit dari perlambatan yang dalam. Meskipun optimisme tentang vaksin untuk coronavirus membatasi kenaikan emas batangan.

Pada Rabu (20/5/2020), harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi USD 1,741.68 per ounce. Emas berjangka AS naik 0,7 persen menjadi USD 1.747.

“Dari semua sentimen ini harga emas masih di kisaran seperti saat ini. Kecuali jika kita memiliki lebih banyak optimisme tentang vaksin, kita akan mulai melihat momentum optimisme ekonomi yang baru,” kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

Baca artikel selengkapnya di sini

 

3. BKN Uji Coba Seleksi Kompetensi Bidang CPNS Lewat CAT Online

Peserta tes seleksi CPNS Kemenkumham saat menjawab soal dengan sistem CAT di gedung BKN, Jakarta, Senin (11/9). Pada 2017, tercatat 1.116.138 pelamar CPNS mendaftar di lingkungan Kemenkumham. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2019 dijadwalkan berlangsung usai pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Sekolah Kedinasan (Dikdin) Formasi Tahun 2020.

Di tengah pandemi Covid-19, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) terus melakukan uji coba (stress testing) sistem Computer Assisted Test (CAT) online untuk diterapkan pada pelaksanaan SKB CPNS Formasi Tahun 2019. Ini juga berlaku untuk pelaksanaan SKD Dikdin Tahun 2020.

“Dari sisi pelaksanaan secara teknis, kami sudah mencoba antisipasi metode tes pelaksanaan SKB CPNS 2019 dan SKD Dikdin 2020," ujar Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN, Suharmen.

Baca artikel selengkapnya di sini