Top 3: Biaya Tarik Tunai ATM Link Ditunda hingga Anggaran Alutsista TNI Rp 1.750 T

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Setelah sempat ramai akan mengenakan tarif tambahan pada ATM Link mulai 1 Juni 2021, Himbara mengambil kebijakan lain.

Kebijakan untuk menunda implementasi penyesuaian biaya cek saldo dan tarik tunai di mesin-mesin ATM Merah Putih atau ATM Link.

Awalnya, transaksi di ATM Link dikenakan biaya Rp 2.500 untuk cek saldo dan Rp 5.000 untuk tarik tunai, mulai 1 Juni 2021.

Artikel tentang penundaan ini pun menuai perhatian pembaca Liputan6.com di kanal bisnis. Simak rangkuman 3 berita paling dicari, Rabu (2/6/2021):

1. Tok! Pengenaan Biaya Cek Saldo dan Tarik Tunai ATM Link Ditunda

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) memutuskan untuk menunda implementasi penyesuaian biaya cek saldo dan tarik tunai di mesin-mesin ATM Merah Putih atau ATM Link.

Awalnya, transaksi di ATM Link dikenakan biaya Rp 2.500 untuk cek saldo dan Rp 5.000 untuk tarik tunai, mulai 1 Juni 2021.

"Penyesuaian tarif yang pada awalnya akan diimplementasikan pada 1 Juni 2021 menjadi ditunda. Penundaan ini diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat lebih luas lagi," ujar Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 1/6/2021.

Berita Selengkapnya

2. Harga Emas Melompat Menuju Kenaikan Terbesar dalam 10 Bulan

Ilustrasi Harga Emas Naik (Liputan6.com/Andri Wiranuari)
Ilustrasi Harga Emas Naik (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Harga emas menguat dan berada di jalur lompatan bulanan terbesar sejak Juli 2020. Pemicunya dolar AS yang melemah menuju penurunan bulan kedua. Tekanan inflasi yang meningkat juga mengangkat daya tarik emas.

Melansir laman economictimes, Selasa (1/6/2021), harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi USD 1.904,34 per ounce. Sementara emas berjangka AS naik 0,2 persen menjadi USD 1.909.

Harga emas di pasar spot telah naik hampir 7,7 persen di bulan ini. Sebagian besar pasar akan tutup di Amerika Serikat dan Inggris pada Senin karena libur umum.

Berita Selengkapnya

3. Pengamat Soal Ramai Anggaran Alutsista TNI Rp 1.750 Triliun: Memang Tidak Murah

Belum lama ini, beredar dokumen berisi rencana pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI yang nilainya mencapai Rp 1.750 triliun.

Dokumen yang tertuang dalam Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024 (Alpalhankam) ini menuai polemik. Kendati, Kemenhan membantah jumlah anggaran tersebut.

"Untuk jumlahnya yang Rp 1.750 triliun itu jumlah ngaco (tidak benar)," tutur Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemenhan Mayjen TNI Rodon Pedrason beberapa waktu lalu.

Berita Selengkapnya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel