Top 3: Cadangan Gas Hidrat, Harta Karun Indonesia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan pada penelitian tahun 2004 telah ditemukan cadangan gas metana hidrat di sejumlah perairan nusantara.

Volumenya mencapai 840 ribu kubik yang tersebar di wilayah lepas pantai Sumatera bagian selatan, Pulau Jawa di sebelah barat daya dan Selat Makassar di Sulawesi.

Dari cadangan yang telah ditemukan, Arifin menyebut 840 ribu kubik gas metana hidrat ini setara dengan 8 kali lipat cadangan gas alam yang dimiliki Indonesia. Bila ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif baru, maka bisa mendukung ketahanan energi nasional dalam 800 tahun kedepan.

Artikel mengenai cadangan gas metana hidrat ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Rabu 9 Juni 2021:

1. Harta Karun, Indonesia Punya Cadangan Gas Hidrat 850 Trilliun Cubic Feet

PGN sebagai bagian dari Holding Migas PT Pertamina (Persero) berkomitmen melaksanakan mandat pemerintah untuk mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai core business.
PGN sebagai bagian dari Holding Migas PT Pertamina (Persero) berkomitmen melaksanakan mandat pemerintah untuk mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai core business.

Indonesia punya cadangan gas metan hidrat mencapai 850 Trilliun Cubic Feet (Tcf). Jumlah tersebut tersebar di sejumlah perairan nasional. Sumber energi non-konvensional ini bisa menjadi salah satu alternatif energi bersih.

"Pengembangan gas metan hidrat ini merupakan opsi yang lebih bersih dibandingkan minyak dan batu bara," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam Webinar Legal and Policy Framework For the Development of Offshore Methane Hydrate as the Indonesia's Future Transitional Clean Energy, Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Dalam pengembangan gas metan hidrat ini, Arifin meminta harus dilakukan dengan memperhatikan karakteristik gas metan. Isu lingkungan dalam pemanfaatan sumber energi alternatif ini juga perlu menjadi perhatian agar sejalan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Baca artikel lengkapnya di sini

2. Indonesia Temukan Cadangan Gas Baru, Cukup untuk 800 Tahun

Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan pada penelitian tahun 2004 telah ditemukan cadangan gas metana hidrat di sejumlah perairan nusantara. Volumenya mencapai 840 ribu kubik yang tersebar di wilayah lepas pantai Sumatera bagian selatan, Pulau Jawa di sebelah barat daya dan Selat Makassar di Sulawesi.

"Pada penelitian tahun 2004 ditemukan ada cadangan gas metan hidran dengan volume 840 ribu kubik," kata Arfin dalam Webinar Legal and Policy Framework For the Development of Offshore Methane Hydrate as the Indonesia's Future Transitional Clean Energy, Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Dari cadangan yang telah ditemukan, Arifin menyebut 840 ribu kubik gas metana hidrat ini setara dengan 8 kali lipat cadangan gas alam yang dimiliki Indonesia. Bila ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif baru, maka bisa mendukung ketahanan energi nasional dalam 800 tahun kedepan.

Baca artikel lengkapnya di sini

3. Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,8 Persen di 2022, Pemerintah Diminta Lakukan Hal Ini

Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Sabtu (17/10/2020). International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi minus 1,5 persen pada Oktober, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada Juni sebesar minus 0,3 persen. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Sabtu (17/10/2020). International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi minus 1,5 persen pada Oktober, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada Juni sebesar minus 0,3 persen. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pemerintah menetapkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2, - 5,8 persen pada 2022 mendatang. Pertumbuhan ini masuk di dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2022.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut maka konsumsi rumah tangga harus berada di level 5,1 - 5,3 persen, konsumsi pemerintah 3,2 - 4,4 persen, investasi di 5,4 - 6,9 persen, ekspor di 4,3 - 6,8 persen dan impor pada kisaran 3,6 - 7,8 persen.

Wakil Ketua Komisi XI, DPR RI Dolfie OFP mengatakan, dalam mengupayakan capaian sasaran pertumbuhan ekonomi tersebut, maka pemerintah diminta untuk melakukan berbagai kebijakan dan program. Salah satunya melaui konsumsi rumah tangga. Di mana konsumsi rumah tangga sebagai komponen penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh daya beli masyarakat.

Baca artikel lengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel