Top 3: Cara Peroleh Listrik Gratis dari PLN

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memperpanjang pemberian bantuan keringanan biaya listrik mulai dari diskon hingga listrik gratis kepada pelanggan PLN hingga Maret 2021. Pelanggan yang mendapat diskon dan tarif listrik gratis tersebut diantaranya untuk kategori rumah tangga daya 450VA dan 900VA bersubsidi, serta kategori bisnis dan industri daya 450 VA.

Perpanjangan program subsidi tagihan listrik ini merupakan upaya pemerintah untuk meringankan beban kelompok masyarakat tidak mampu dan rentan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Adapun stimulus covid-19 bagi pelanggan PLN sudah mulai bisa dinikmati pada tanggal 7 Januari 2021.

Artikel mengenai cara mendapatkan listrik gratis dari PLN ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Minggu 3 Januari 2021:

1. Mau Listrik Gratis dari PLN via WhatsApp, Begini Caranya

Pemerintah memperpanjang pemberian bantuan keringanan biaya listrik kepada pelanggan PLN hingga Maret 2021. Pelanggan yang mendapat diskon tarif listrik tersebut diantaranya untuk kategori rumah tangga daya 450VA dan 900VA bersubsidi, serta kategori bisnis dan industri daya 450 VA.

Perpanjangan program subsidi tagihan listrik ini merupakan upaya pemerintah untuk meringankan beban kelompok masyarakat tidak mampu dan rentan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Adapun stimulus covid-19 bagi pelanggan PLN sudah mulai bisa dinikmati pada tanggal 7 Januari 2021.

“Secara sistem kami sudah siap untuk kembali menyalurkan, karena ini sifatnya perpanjangan. Kami optimis penyaluran dapat berjalan dengan baik,” ujar Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril dalam keterangan resmi, Jumat (1/1/2021).

Bagi pelanggan rumah tangga, program ini memberikan diskon 100 persen kepada pelanggan listrik kategori daya 450 V, dan diskon 50 persen kepada pelanggan kategori daya 900VA bersubsidi. Sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kementerian Sosial.

Demikian juga untuk pelanggan bisnis dan industri daya 450 VA, akan diberikan 100 persen tagihan listrik.

Baca berita selengkaonya di sini

2. Cara Bijak Mulai Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19

Ingin Membangun Bisnis tapi Masih Bingung Mulai dari Mana? Yuk, Coba Lima Tips Ini!
Ingin Membangun Bisnis tapi Masih Bingung Mulai dari Mana? Yuk, Coba Lima Tips Ini!

Di tengah pandemi Covid-19, banyak orang terpaksa harus kehilangan pekerjaan. Karena itu, banyak dari mereka juga orang memutuskan untuk memulai bisnis.

Tapi, bijakkah memulai bisnis saat pandemi seperti sekarang ini?

Nah, sebenarnya pertanyaan waktu yang tepat untuk memulai bisnis tidak relevan untuk ditanyakan karena memulai bisnis bisa kapan saja. Bahkan, banyak perusahaan besar di dunia yang sukses memulai bisnisnya di tengah situasi krisis ekonomi.

Patut ditanamkan sebenarnya bukan mengenai kapan memulai bisnis, melainkan berapa lama bisnis tersebut bisa dipertahankan. Oleh sebab itu, tak ada masalah jika kamu memutuskan untuk memulai bisnis saat pandemi.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Panumpang Taksi Turun 70 Persen di Malam Tahun Baru

Deretan taksi parkir menunggu penumpang di kawasan jalan Asia Afrika, Jakarta, Selasa (19/5/2020). Imbas pemberlakukan PSBB untuk memutus rantai penyebaran virus corona Covid-19 aktivitas masyarakat berkurang berdapak pada angkutan taksi sepi penumpang. (merdeka.com/Dwi Narwoko)
Deretan taksi parkir menunggu penumpang di kawasan jalan Asia Afrika, Jakarta, Selasa (19/5/2020). Imbas pemberlakukan PSBB untuk memutus rantai penyebaran virus corona Covid-19 aktivitas masyarakat berkurang berdapak pada angkutan taksi sepi penumpang. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Ketua Umum Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan, menyebut taksi sebagai moda angkutan umum dalam kota yang paling terpukul saat perayaan Tahun Baru 2021. Mengingat adanya penutupan sejumlah ruas jalan utama ibu kota untuk menghalau masyarakat yang hendak merayakan acara pergantian tahun.

"Kalau bisa kita bilang taksi ini yang paling terdampak parah saat tahun baru kemarin (2021). Karena jalan utama itu kan ditutup, seperti Sudirman, Thamrin dan lainnya," tegasnya saat dihubungi Merdeka.com, Sabtu (2/1/2020).

Shafruhan mencatat, tingkat penurunan penumpang taksi sendiri mencapai 70 persen secara year on year (yoy). Menyusul terpangkasnya mobilitas masyarakat untuk melakukan perayaan saat malam pergantian tahun 2021.

Baca artikel selengkapnya di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: