Top 3: Citilink Kepergok Operasikan 19 Pesawat Bermasalah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menegur Citilink dan PT GMF Aero Asia karena mengoperasikan 19 pesawat bermasalah. Ditjen Hubud menekankan keselamatan jadi hal yang terpenting.

Sebelumnya, Ditjen Hubung Kemenhub membuat surat teguran terhadap dua perusahaan penerbangan itu terkait perpanjangan masa berlaku Minimum Equipment List (MEL) Category B dan C.

Temuan dari Kemenhub terhadap beberapa pesawat Citilink ini menjadi artikel yang banyak dibaca. Selain itu, masih ada beberapa artikel lain yang memiliki topik yang takalah menarik.

Berikut daftar artikel yang paling banyak di baca di kanal Bisnis Liputan6.com, Senin (26/12/2021):

1. Citilink Kepergok Operasikan 19 Pesawat Bermasalah, Ini Sederet Teguran Keras dari Kemenhub

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menegur Citilink dan GMF AeroAsia karena mengoperasikan 19 pesawat bermasalah. Ditjen Hubud menekankan keselamatan jadi hal yang terpenting.

Sebelumnya, Ditjen Hubung Kemenhub membuat surat teguran terhadap dua perusahaan penerbangan itu terkait perpanjangan masa berlaku Minimum Equipment List (MEL) Category B dan C.

Dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Minggu (26/12/2021), komitmen Kemenhub terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan amanah yang harus terus dijaga. “Dan selalu menjadi tanggung jawab bersama antara operator dan regulator,” tulis keterangan itu.

“Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub bertanggungjawab atas penyelenggaraan penerbangan yang aman dan selamat. Sebagai bentuk tanggung jawab dimaksud, Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub melakukan pengawasan (audit, inspeksi, monitoring, dan surveillance,” imbuhnya.

Baca berita selengkapnya di sini

2. Sederet Ucapan Menteri untuk Timnas Indonesia Lolos ke Final Piala AFF

Pratama Arhan berhasil mencuri perhatian usai tampil memukau di laga terakhir fase grup Piala AFF 2020 dengan mencetak satu gol dan satu assist untuk Irfan Jaya. Bermain sebagai bek kiri, ia berhasil menjadi pemain aktif dan agresif di lapangan. (Dok. PSSI)
Pratama Arhan berhasil mencuri perhatian usai tampil memukau di laga terakhir fase grup Piala AFF 2020 dengan mencetak satu gol dan satu assist untuk Irfan Jaya. Bermain sebagai bek kiri, ia berhasil menjadi pemain aktif dan agresif di lapangan. (Dok. PSSI)

Timnas Indonesia resmi lolos ke babak final piala AFF setelah menekuk timnas Singapura 4-2. Total agregat yang didapat timnas Garuda yakni 5-3 yang jadi penentu lolos ke laga final.

Sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju pun mengapresiasi capaian Timnas Garuda di Piala AFF ini. Sejumlah menteri ini mengucapkannya melalui unggahan di akun Instagram resmi masing-masing.

Euforia kemenangan timnas Indonesia dari laga penuh drama semalam dirasakan seluruh masyarakat Indonesia. Termasuk sejumlah menteri yang ikut memantau jalannya pertandingan.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Premium dan Pertalite Dihapus Bertahap, Simak Jadwal dan Tahapannya

Papan petunjuk BBM yang berada di SPBU, Jakarta, Kamis (5/1). Penetapan harga BBM Umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite dan Pertalite merupakan kebijakan korporasi Pertamina. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Papan petunjuk BBM yang berada di SPBU, Jakarta, Kamis (5/1). Penetapan harga BBM Umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite dan Pertalite merupakan kebijakan korporasi Pertamina. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pemerintah memastikan secara bertahap Premium dan Pertalite dihapus dari peredaran. Upaya ini dilakukan untuk mendukung penciptaan bahan bakar yang ramah lingkungan.

Lantas, kapan hal itu akan dilakukan dan bagaimana tahapannya? Dikutip liputan6.com, Minggu (26/12/2021) dari paparan Pertamina dalam rapat kerja bersama DPR terdapat tiga tahapan yang akan dilakukan Pertamina untuk menghapus secara perlahan penggunaan bensin Premium dan Pertalite.

Strategi penghapusan itu merupakan simplifikasi varian produk dan comply dengan Peraturan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2017 yang mengatur soal baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru untuk kendaraan bermotor roda empat atua lebih.

Dalam beleid itu, pemerintah menetapkan BBM tipe euro 4 atau setara BBM oktan 91 ke atas mulai tahun 2019 secara bertahap hingga 2021. Adapun yang kadar oktannya di bawah 91 atau masuk standar euro 2 saat ini adalah Premium dan Pertalite.

Baca artikel selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel