Top 3: Daftar BUMN Penikmat Cuan di 2021

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian BUMN mencatatkan pencapaian positif sepanjang 2021, salah satunya terkait kinerja keuangan BUMN yang tercatat meningkat signifikan. Kementerian BUMN di bawah Menteri Erick Thohir mencatat sejumlah perusahaan pelat merah yang paling tinggi catatkan pendapatan dan laba.

Pendapatan BUMN secara konsolidasi di 2021 tumbuh 14 persen menjadi Rp 1.613 triliun dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan besar juga terjadi di laba konsolidasi BUMN pada 2021 sebesar Rp 61 triliun dari sebelumnya hanya Rp 13 triliun.

Berita mengenai kinerja BUMN sepanjang 2021 ini menjadi yang paling banyak dibaca. Selain itu, masih ada artikel lainnya yang tak kalah menarik.

Berikut daftar berita yang paling banyak dibaca di kanal Bisnis Liputan6.com, Sabtu (8/1/2022):

1. Daftar Lengkap 10 BUMN dengan Pendapatan dan Laba Tertinggi di 2021

Kementerian BUMN mencatatkan pencapaian positif sepanjang 2021, salah satunya terkait kinerja keuangan BUMN yang tercatat meningkat signifikan. Kementerian BUMN di bawah Menteri Erick Thohir mencatat sejumlah perusahaan pelat merah yang paling tinggi catatkan pendapatan dan laba.

Pendapatan BUMN secara konsolidasi di 2021 tumbuh 14 persen menjadi Rp 1.613 triliun dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan besar juga terjadi di laba konsolidasi BUMN pada 2021 sebesar Rp 61 triliun dari sebelumnya hanya Rp 13 triliun.

Mengacu materi yang diterima Liputan6.com, Jumat (7/1/2022), PT Pertamina (Persero) berada di posisi pertama dengan pendapatan terbesar. Sementara Telkom Indonesia menjadi perusahaan pelat merah yang mencatatkan laba paling besar.

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Cadangan Devisa RI per Desember 2021 Turun , Gara-Gara Bayar Utang Luar Negeri

Tumpukan uang kertas pecahan rupiah di ruang penyimpanan uang
Tumpukan uang kertas pecahan rupiah di ruang penyimpanan uang

Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2021 tetap tinggi sebesar USD 144,9 miliar, meskipun menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2021 sebesar USD 145,9 miliar.

Penurunan posisi cadangan devisa pada Desember 2021 antara lain dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,0 bulan impor atau 7,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Jumat (7/1/2022).

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Jokowi Bakal Cabut Besar-besaran Izin Usaha Perkebunan Tak Produktif

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi pernyataan tentang impor beras di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (26/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi pernyataan tentang impor beras di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (26/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Tidak berhenti di pencabutan izin usaha pertambangan bagi 2.078 perusahaan tambang, Presiden Jokowi juga akan mencabut izin usaha kehutanan dan perkebunan yang tidak produktif dan tidak jelas.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengaku, dia juga bakal membongkar izin usaha tidak produktif di sektor lain. Seperti di bidang kehutanan, dimana ada 192 izin usaha di lahan seluas 3.126.439 ha yang terindikasi tidak aktif, tidak membuat rencana kerja, dan ditelantarkan.

Bahlil mengutarakan, pengusaha yang sudah mendapat izin tersebut justru memanfaatkan lahannya bukan untuk kegiatan usaha yang diajukan. Melainkan untuk kepentingan bisnis di luar wewenangnya.

"Karena kami menemukan di lapangan, hanya pemegang izin konsesi tetapi tidak membangun kebun, tidak membangun industri, tapi areal tersebut dipakai hanya untuk orang sewa jalan. Izinnya dikasih, digadaikan di bank. Uangnya diambil, kerjanya enggak jalan," tuturnya dalam sesi konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (7/1/2022).

Baca artikel selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel