Top 3: Daftar Hadiah Juara Piala Thomas Cup 2020

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Turnamen Uber dan Thomas Cup 2020 akhirnya digelar setelah ditunda akibat pandemi covid-19. Tahun ini turnamen dilaksanakan di Aarhus, Denmark, dan pertandingan sudah dimulai sejak Sabtu (9/10/2021).

Di balik antusias masyarakat di seluruh dunia menyambut turnamen ini, tentu ada pertanyaan yang cukup membuat penasaran, yaitu berapa total hadiah Piala Thomas dan Piala Uber. Berbicara tentang kumpulan hadiah, apakah pemain Thomas Cup dan Uber diberikan hadiah yang fantastis?

Berita mengenai hadiah para atlet peraih juara Piala Thomas dan Piala Uber ini menjadi yang paling banyak dibaca. Selain itu, masih ada beberapa artikel yang juga tak kalah menarik.

Berikut daftar berita yang paling banyak dibaca di kanal Bisnis Liputan6.com, Selasa (19/10/2021):

1. Indonesia Juara Thomas Cup 2020, Berapa Hadiah yang Dibawa Pulang Jonatan Christie Cs?

Turnamen Uber dan Thomas Cup 2020 akhirnya digelar setelah ditunda akibat pandemi covid-19. Tahun ini turnamen dilaksanakan di Aarhus, Denmark, dan pertandingan sudah dimulai sejak Sabtu (9/10/2021).

Di balik antusias masyarakat di seluruh dunia menyambut turnamen ini, tentu ada pertanyaan yang cukup membuat penasaran, yaitu berapa total hadiah Piala Thomas dan Piala Uber. Berbicara tentang kumpulan hadiah, apakah pemain Thomas Cup dan Uber diberikan hadiah yang fantastis?

Dikutip dari laman The Sports Grail, Senin (18/10/2021), Badminton World Federation (BWF) menjelaskan terkait pembagian uang hadiah piala Thomas dan Uber Cup.

Hadiah uang turnamen Level 1 dan 2 dalam jutaan dalam Tur Dunia BWF 2018 contohnya memiliki pol hadiah lebih dari USD 1,5 juta atau setara Rp 21 miliar (kurs: 14.069 per dolar AS) dan para pemenang diberi hadiah USD 120.000 atau Rp 1,6 miliar yang merupakan delapan persen dari total kumpulan hadiah.

Baca artikel selengkapnya di sini

2. APBN Terlibat, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Selesai Tepat Waktu

Proyek pembangunan kereta cepat yang sedang dalam tahap pengerjaan di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/9/2021). Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCIC) telah mencapai progres 78,65 persen. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Proyek pembangunan kereta cepat yang sedang dalam tahap pengerjaan di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/9/2021). Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCIC) telah mencapai progres 78,65 persen. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tengah menjadi sorotan. Hal ini lantaran telah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021 tentang penyelesaian proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sesuai target yakni pada 2022.

Proyek kereta cepat ini termasuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga cukup wajar apabila didanai dengan APBN. Adapun, pemanfaatan APBN dalam kereta cepat Jakarta-Bandung akan dilakukan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI selaku lead konsorsium.

Pengamat BUMN Universitas Indonesia Toto Pranoto mengatakan keputusan pemerintah menggunakan APBN dalam pendanaan proyek ini bertujuan untuk memastikan penyelesaian kereta cepat Jakarta-Bandung tepat waktu.

"Ini supaya pengerjaan proyek bisa selesai tepat waktu pada tahun 2022," kata dia saat dihubungi wartawan, Senin (18/10/2021).

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Harga Emas Diprediksi Masih Alami Tekanan Sepanjang Pekan

Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)
Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Harga emas mengalami tekanan yang cukup besar pada perdagangan pekan lalu setelah gagal menembus level resisten di USD 1.800 per ons atau sekitar Rp 25,2 juta per ons (estimasi kurs 14.000 per dolar AS). Pada pekan ini, harga emas masih masih mengalami tekanan yang cukup berat karena beberapa sentimen.

Kepala strategi pasar Blue Line Futures Phillip Streible mengatakan, tekanan harga emas di sebabkan oleh beberapa sentimen seperti ekspektasi suku bunga dari Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) hingga adanya risiko di pasar modal atau ekuitas.

"Emas mengalami resistensi besar-besaran. Suku bunga the Fed mengindikasikan kenaikan tahun depan. Ada pembicaraan yang lebih kecil, imbal hasil naik, dan risiko ekuitas kembali. Komoditas lain memainkan inflasi yang jauh lebih baik, seperti kapas dan tembaga," ujar Streible, seperti dikutip dari Kitco, Senin (18/10/2021).

"Emas memiliki begitu banyak resistansi di harga USD 1.800, USD 1.805, dan USD 1.815. Level kritis yang harus dipertahankan adalah USD 1.750. Jika kita menembus harga itu, maka kita bisa melihat harga emas akan terus turun ke USD 1.720 dan USD 1.685," bebernya.

Baca artikel selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel