Top 3: Fenomena Cincin Einstein hingga Kisruh Indonesia Vs Vanuatu di PBB Disorot

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena optik luar angkasa yang dikenal sebagai "Cincin Einstein" kini tengah jadi target pemeriksaan para ilmuwan NASA. Misteri galaksi jauh yang terlihat tidak hanya oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble itu bikin penasaran dan jadi artikel yang paling banyak dibaca di kanal Global Liputan6.com.

Desember lalu Hubble menangkap gambar "Cincin Einstein" secara lengkap, sebuah fenomena yang diteorikan oleh ilmuwan besar dalam teori relativitas umumnya, dan sekarang para ilmuwan telah menerbitkan penelitian mereka.

Selain itu, isu terkait Theoneste Bagosora yang meninggal di dalam bui juga jadi sorotan. Pasalnya dahulu ia disebut-sebut sebagai otak genosida Rwanda 1994 yang mendalangi pembantaian 800.000 orang.

Kekisruhan yang terjadi di Sidang Umum PBB ke-76 antara Indonesia dan Vanuatu juga jadi sorotan. Delegasi Indonesia bahkan sampai menyampaikan hak jawab menyusul langkah Vanuatu yang kembali mengungkit lagi isu Papua dalam majelis tersebut.

Selengkapnya dalam Top 3 edisi Senin (27/9/2021) berikut ini:

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. NASA Periksa Misteri Galaksi Cincin Einstein

NASA/ESA Hubble Space Telescope menangkap penampakan miliaran bintang di Angkasa
NASA/ESA Hubble Space Telescope menangkap penampakan miliaran bintang di Angkasa

Para ilmuwan telah memeriksa misteri galaksi jauh yang terlihat tidak hanya oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble, tetapi juga fenomena optik luar angkasa yang dikenal sebagai "Cincin Einstein".

Desember lalu dia menangkap gambar "Cincin Einstein" secara lengkap, sebuah fenomena yang diteorikan oleh ilmuwan besar dalam teori relativitas umumnya, dan sekarang para ilmuwan telah menerbitkan penelitian mereka.

Penampilan objek yang tidak biasa ini disebabkan oleh lensa gravitasi, sesuatu yang terjadi ketika cahaya dari galaksi yang jauh dibelokkan oleh objek besar antara sumber dan pengamat, seperti dikutip dari Sky News, Minggu (26/09/2021).

Pertama kali diteorikan pada 1912 sebelum Einstein secara resmi menerbitkan teorinya pada 1916, fenomena yang dilihat oleh Hubble menunjukkan cahaya galaksi yang jauh diperbesar dengan faktor 20.

Selengkapnya di sini...

2. Theoneste Bagosora, Otak Genosida Rwanda Meninggal dalam Penjara

Dianggap musuh umat manusia, Bagosora, dalang genosida 1994, dan lain-lain dikatakan sebagai pemain kunci dalam pembunuhan sekitar 800.000 Tustsi dan Hutu moderat. FOTO OLEH TONY KARUMBA/AFP / Getty
Dianggap musuh umat manusia, Bagosora, dalang genosida 1994, dan lain-lain dikatakan sebagai pemain kunci dalam pembunuhan sekitar 800.000 Tustsi dan Hutu moderat. FOTO OLEH TONY KARUMBA/AFP / Getty

Seorang mantan kolonel tentara, Rwanda yang dituduh mendalangi pembantaian 800.000 orang selama genosida 1994 telah meninggal di penjara di Mali, kata pejabat Mali kemarin.

Theoneste Bagosora menjalani hukuman 35 tahun setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Rwanda (ICTR). Hukumannya telah dikurangi dari tuntutan penjara seumur hidup.

“Sudah dikonfirmasi. Dia berusia lebih dari 80 tahun, dia sakit parah, dengan masalah jantung. Dia dirawat di rumah sakit beberapa kali dan menjalani tiga operasi. Dia meninggal hari ini di sebuah klinik,” kata seorang sumber di administrasi penjara Mali yang tidak mau disebutkan namanya.

Selengkapnya di sini...

3. Indonesia Sebut Vanuatu Punya Maksud Tercela Usai Ungkit Lagi Isu Papua di PBB

Vanuatu di Sidang Umum PBB ke-75. Dok: United Nations
Vanuatu di Sidang Umum PBB ke-75. Dok: United Nations

Delegasi Indonesia untuk Sidang Umum PBB ke-76 menyampaikan hak jawab menyusul langkah Vanuatu yang kembali mengungkit lagi isu Papua dalam majelis tersebut.

Sebelumnya, Perdana Menteri Vanuatu Bob Loughman Weiber mengatakan bahwa "Papua Barat masih berjuang untuk hak menentukan nasib sendiri" --mereferensikan wilayah Papua yang menjadi teritori Indonesia.

"Di wilayah saya, Kaledonia Baru, Polinesia Prancis dan Papua Barat masih berjuang untuk menentukan nasib sendiri," jelasnya.

Selengkapnya baca di sini...

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel