Top 3: Gudang Garam Kucurkan Rp 1 Triliun untuk Bandara Kediri

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) kembali menyetor modal untuk mendukung proses pembangunan bandara di Kendiri, Jawa Timur.

PT Gudang Garam Tbk menyetor modal Rp 1 triliun kepada PT Surya Dhoho Investama. PT Surya Dhoho Investama (SDHI) merupakan perusahaan terkendali dan afiliasi perseroan yang sahamnya dimiliki secara langsung oleh perseroan sebesar 99,99 persen. SDHI ini yang membangun bandara di Kediri, Jawa Timur.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI),Jumat, 17 September 2021, Perseroan mengambil saham baru yang dikeluarkan oleh SDHI sejumlah 1 juta lembar dengan penyetoran tambahan modal Rp 1 triliun. Dengan demikian, modal ditempatkan dan disetor SDHI menjadi Rp 6 triliun dari sebelumnya Rp 5 triliun.

Artikel Gudang Garam kucurkan Rp 1 triliun untuk Bandara Kediri menyita perhatian pembaca. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut sejumlah artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Sabtu (18/9/2021):

1.Gudang Garam Kucurkan Rp 1 Triliun untuk Bandara Kediri

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) kembali menyetor modal untuk mendukung proses pembangunan bandara di Kendiri, Jawa Timur.

PT Gudang Garam Tbk menyetor modal Rp 1 triliun kepada PT Surya Dhoho Investama. PT Surya Dhoho Investama (SDHI) merupakan perusahaan terkendali dan afiliasi perseroan yang sahamnya dimiliki secara langsung oleh perseroan sebesar 99,99 persen. SDHI ini yang membangun bandara di Kediri, Jawa Timur.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI),Jumat, 17 September 2021, Perseroan mengambil saham baru yang dikeluarkan oleh SDHI sejumlah 1 juta lembar dengan penyetoran tambahan modal Rp 1 triliun. Dengan demikian, modal ditempatkan dan disetor SDHI menjadi Rp 6 triliun dari sebelumnya Rp 5 triliun.

Berita selengkapnya baca di sini

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2.Strategi IPCM Kerek Kontribusi Pendapatan Selain Pelindo

Sebuah Kapal container bersandar di pelabuhan JICT, Jakarta Utara, Rabu (25/3/2015).Pelindo II mencatat waktu tunggu pelayanan kapal dan barang sudah mendekati target pemerintah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Sebuah Kapal container bersandar di pelabuhan JICT, Jakarta Utara, Rabu (25/3/2015).Pelindo II mencatat waktu tunggu pelayanan kapal dan barang sudah mendekati target pemerintah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) membukukan peningkatan laba di tengah pandemi COVID-19. Secara total, laba komprehensif pada semester 1 2021 yang mampu dicapai yakni Rp 33 miliar. Angka tersebut naik 2 persen dari Rp 32,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), Amri Yusuf mengatakan, ada beberapa upaya yang dilakukan Perseroan untuk mencapai kinerja tersebut. Perseroan secara aktif melakukan pengembangan pasar.

Upaya ini ditempuh dalam dua cara, yakni penetrasi terhadap market existing di pelabuhan-pelabuhan umum, dan ekspansi pada pasar baru.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Menengok Dampak Perombakan Susunan Saham Indonesia di Indeks FTSE

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell merombak susunan saham termasuk Indonesia di Global Equity Index Asia Pacific ex Japan ex China Regional. Rencananya, perubahan tersebut berlaku pekan depan, tepatnya mulai 20 September 2021.

Dalam daftar baru itu, saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) masuk jajaran kapitalisasi besar (large cap). Sedangkan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) keluar dari saham kapitalisasi besar, dan masuk menengah (mid cap). Kemudian ada saham BRI Agroniaga Tbk AGRO dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) yang bertengger di jajaran saham kapitalisasi kecil (small cap).

Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia (UI), Budi Frensidy mengatakan, perombakan ini tak terlalu berpengaruh pada kinerja emiten. Ia menuturkan, daya tarik emiten lebih bergantung pada valuasi sahamnya di pasar.

Berita selengkapnya baca di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel