Top 3: Hal Mengerikan yang Terjadi Ketika Bumi Alami Kiamat Internet Terpopuler

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Internet seakan menjadi kebutuhan utama bagi kehidupan manusia saat ini. Namun, pernahkah Anda membayangkan jika terjadi kiamat internet?

Salah satunya adalah terputusnya akses komunikasi. Berita ini pun menjadi yang terpopuler di kanal Global Liputan6.com edisi Rabu (15/9/2021).

Selanjutnya, beredar pesan suara dari salah satu pemimpin Taliban usai beredar rumor bahwa ia telah meninggal.

Beralih ke berita lainnya, sebuah studi menyatakan bahwa antibodi dari vaksin COVID-19 buatan India melemah usai tiga bulan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Hal Mengerikan Ini Akan Terjadi Jika Bumi Mengalami Kiamat Internet

Badai Matahari ( NASA/SDO/Goddard)
Badai Matahari ( NASA/SDO/Goddard)

Banyak dari apa yang kita lakukan hari ini bergantung pada internet dan perangkat elektronik lainnya di setiap lini kehidupan. Lalu apa yang terjadi jika Bumi mengalami kiamat internet?

Bagaimana cara kita bekerja, bagaimana kita berkomunikasi satu sama lain, dan sekarang bagaimana kita mengoperasikan barang-barang di dalam rumah dan mobil kita saat ini terhubung dengan internet. Internet adalah mekanisme yang kuat.

Simak berita selengkapnya...

2. Pesan Suara Salah Satu Pendiri Taliban Muncul Usai Dirumorkan Tewas

Abdul Ghani Baradar Akhund. (AFP)
Abdul Ghani Baradar Akhund. (AFP)

Salah satu pendiri Taliban dan saat ini merupakan wakil perdana menteri Afghanistan merilis sebuah pernyataan dalam format suara pada Senin (13/9) yang mengungkapkan bahwa ia masih hidup dan sehat setelah berita tentang kematiannya viral di media sosial.

Berita selengkapnya di sini...

3. Studi: Antibodi dari Vaksin COVID-19 Buatan India Melemah Usai 3 Bulan

Siswa menghadiri kelas di sebuah sekolah di Allahabad, India, Rabu (1/9/2021). Pemerintah negara bagian melonggarkan lockdown COVID-19 untuk lembaga pendidikan yang memungkinkan siswa menghadiri sekolah tatap muka dengan 50 persen kapasitas. (SANJAY KANOJIA/AFP)
Siswa menghadiri kelas di sebuah sekolah di Allahabad, India, Rabu (1/9/2021). Pemerintah negara bagian melonggarkan lockdown COVID-19 untuk lembaga pendidikan yang memungkinkan siswa menghadiri sekolah tatap muka dengan 50 persen kapasitas. (SANJAY KANOJIA/AFP)

Studi terbaru di India menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 buatan Covaxin dan Covishield mulai melemah sekitar tiga bulan setelah vaksinasi. Dua vaksin itu adalah produk lokal India.

Berita lengkapnya di sini...

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel