Top 3: Harga Bitcoin Merosot Usai El Salvador Adopsi Alat Pembayaran Sah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Harga bitcoin turun pada Selasa setelah menembus USD 52 ribu atau sekitar Rp 741,81 juta (asumsi kurs Rp 14.266 per dolar AS) pada Senin malam. Hal itu setelah bitcoin mencapai level tertinggi sejak Mei.

Hal itu menyusul El Salvador yang mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, menjadi negara pertama yang melakukannya. Menurut Coin Metrics, bitcoin turun sebanyak 16 persen pada Selasa pagi.

Pada perdagangan terakhir, bitcoin turun sekitar 9,5 persen dan diperdagangkan pada USD 46.892,04 atau sekitar Rp 668,98 juta (asumsi kurs Rp 14.266 per dolar AS). Sementara Ether turun 12 persen menjadi USD 3.441,21.

Artikel harga bitcoin merosot usai El Salvador adopsi alat pembayaran sah menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut sejumlah artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Kamis, (9/9/2021):

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1.Harga Bitcoin Merosot Usai El Salvador Adopsi Alat Pembayaran Sah

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Harga bitcoin turun pada Selasa setelah menembus USD 52 ribu atau sekitar Rp 741,81 juta (asumsi kurs Rp 14.266 per dolar AS) pada Senin malam. Hal itu setelah bitcoin mencapai level tertinggi sejak Mei.

Hal itu menyusul El Salvador yang mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, menjadi negara pertama yang melakukannya. Menurut Coin Metrics, bitcoin turun sebanyak 16 persen pada Selasa pagi.

Pada perdagangan terakhir, bitcoin turun sekitar 9,5 persen dan diperdagangkan pada USD 46.892,04 atau sekitar Rp 668,98 juta (asumsi kurs Rp 14.266 per dolar AS). Sementara Ether turun 12 persen menjadi USD 3.441,21.

Berita selengkapnya baca di sini

2.23 Perusahaan Antre IPO, Ada Sektor Teknologi dan Energi

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Harga bitcoin turun pada Selasa setelah menembus USD 52 ribu atau sekitar Rp 741,81 juta (asumsi kurs Rp 14.266 per dolar AS) pada Senin malam. Hal itu setelah bitcoin mencapai level tertinggi sejak Mei.

Hal itu menyusul El Salvador yang mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, menjadi negara pertama yang melakukannya. Menurut Coin Metrics, bitcoin turun sebanyak 16 persen pada Selasa pagi.

Pada perdagangan terakhir, bitcoin turun sekitar 9,5 persen dan diperdagangkan pada USD 46.892,04 atau sekitar Rp 668,98 juta (asumsi kurs Rp 14.266 per dolar AS). Sementara Ether turun 12 persen menjadi USD 3.441,21.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Menuju IPO, Anak Usaha BCA Fokus Kembangkan Fitur Digital

Ilustrasi BCA Digital. (Foto: BCA Digital)
Ilustrasi BCA Digital. (Foto: BCA Digital)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tengah mempersiapkan entitas anak, PT Bank Digital BCA (blu), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurut catatan Liputan6.com, Perseroan berencana mengantarkan bank digital ini untuk IPO dalam 1-2 tahun mendatang. Direktur BCA, Vera Eve Lim mengatakan, perusahaan ini masih cukup muda.

Sehingga masih perlu banyak pengembangan sebelum siap untuk melantai di Bursa. Tahun ini, Vera mengatakan, Perseroan akan fokus untuk mengembangkan fitur dari aplikasi blu yang diluncurkan Bank Digital BCA.

Berita selengkapnya baca di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel