Top 3: Harga Emas Anjlok

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas jatuh lebih dari 2 persen pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta), terpukul oleh rebound nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) karena imbal hasil Treasury AS melonjak.

Indeks dolar menguat setelah turun ke posisi terendah 2,5 tahun terakhir, membuat emas kurang menarik bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

Pelemahan harga emas dunia ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Jumat 8 Januari 2021:

1. Harga Emas Anjlok Lebih dari 2 Persen, Saatnya Beli?

Harga emas jatuh lebih dari 2 persen pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta), terpukul oleh rebound nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) karena imbal hasil Treasury AS melonjak.

Dikutip dari CNBC, Kamis (7/1/2021), harga emas di pasar spot turun 2,2 persen pada USD 1.907,21 per ounce, setelah sebelumnya mencapai puncak hampir dua bulan di USD 1.959,01.

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 2,3 persen menjadi USD 1.909,10.

"Imbal hasil (obligasi) yang lebih tinggi telah mendorong dolar dan memicu aksi jual emas yang dipercepat dengan berada di bawah USD 1.935-40," kata Tai Wong, Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Mulia di BMO.

Simak artikel selengkapnya di sini

2. Ini Alasan Kuat Pemerintah Terapkan Pembatasan Kegiatan di Jawa dan Bali

Pejalan kaki menyeberang jalan di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2021). Pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Jawa dan Bali mulai 11 hingga 25 Januari 2021 menyusul lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pejalan kaki menyeberang jalan di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2021). Pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Jawa dan Bali mulai 11 hingga 25 Januari 2021 menyusul lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Airlangga Hartarto menegaskan, kebijakan pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah mulai 11 Januari hingga 25 Januari bukanlah pelarangan.

Kegiatan sosial dan aktivitas fisik masih diperbolehkan berjalan, namun tetap mengikuti aturan pembatasan tertentu yang ditetapkan pemerintah.

"Ini ditegaskan, bukan pelarangan kegiatan masyarakat, jadi masyarakat jangan panik," ujar Airlangga dalam konferensi pers BNPB, Kamis (7/1/2021).

Simak artikel selengkapnya di sini

3. Erick Thohir Minta Vaksin Covid-19 Dijaga Baik, Disimpan pada Suhu 2-8 Derajat

Menteri BUMN Erick Thohir didampingi Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir melakukan peninjauan command center, fasilitas produksi serta penyimpanan vaksin Covid-19 di PT Bio Farma, Kamis (7/1/2021).
Menteri BUMN Erick Thohir didampingi Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir melakukan peninjauan command center, fasilitas produksi serta penyimpanan vaksin Covid-19 di PT Bio Farma, Kamis (7/1/2021).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta kepala daerah yang telah menerima vaksin Covid-19 dapat memantau dan memastikan keamanan kualitas vaksin tersebut. Salah satunya menjaga kondisi vaksin berada dalam cold storage dengan suhu 2-8 derajat.

“Sejauh ini saya menilai, Bio Farma siap memantau pergerakan vaksin yang sudah dikirim ke 34 provinsi. Saya meminta dengan hormat kepada para kepala daerah untuk menjaga agar vaksin-vaksin yang diterima berada dalam cold storage dengan suhu 2-8 derajat,” jelas Erick Thohir, Kamis (7/1/2021).

Dia mengatakan dengan menjaga kondisi vaksin tidak akan terjadi kegagalan dalam penyimpanan di daerah yang bisa menurunkan kualitas vaksin menjadi tidak sesuai standar.

Simak artikel selengkapnya di sini