Top 3: IHSG Menguat pada 2 Juli 2021 Jelang Penerapan PPKM Darurat

·Bacaan 2 menit
Pergerakan saham pada layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/7/2020). IHSG pada perdagangan di BEI turun tajam karena pengumuman Gubernur DKI Anies Baswedan terkait dengan rencana penerapan PSBB secara ketat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan Jumat, 2 Juli 2021. Namun, investor asing cenderung jual saham di seluruh pasar dan rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat 0,28 persen ke posisi 6.023. Indeks saham LQ45 naik 0,52 persen ke posisi 851,52. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di posisi tertinggi 6.043,43 dan terendah 6.014,87. Sebanyak 244 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 245 saham melemah dan 157 saham diam di tempat.

Artikel PPKM Darurat Berlaku 3 Juli 2021, IHSG naik terbatas jelang akhir pekan menyita perhatian pembaca di saham pada Jumat, 2 Juli 2021. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut sejumlah artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Sabtu (3/7/2021):

1.PPKM Darurat Berlaku 3 Juli 2021, IHSG Naik Terbatas Jelang Akhir Pekan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan Jumat, 2 Juli 2021. Namun, investor asing cenderung jual saham di seluruh pasar dan rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat 0,28 persen ke posisi 6.023. Indeks saham LQ45 naik 0,52 persen ke posisi 851,52. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di posisi tertinggi 6.043,43 dan terendah 6.014,87. Sebanyak 244 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 245 saham melemah dan 157 saham diam di tempat.

Berita selengkapnya baca di sini

2.Adira Finance Tebar Dividen Rp 513 per saham, Simak Jadwal Pembagiannya

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) pada 30 Juni 2021 menyepakati pembagian dividen tahun buku 2020 sebesar Rp 513 per saham.

Dilansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/7/2021), PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) menyebut laba bersih yang mampu dikukuhkan pada 2020 yakni Rp1,02 triliun.

"Sekitar 50 persen dari laba bersih perseroan atau sebesar Rp513 miliar atau sebesar Rp513 per saham dibayarkan sebagai dividen tahun buku 2020," tulis perseroan.

Berita selengkapnya baca di sini

3.IPO, Produsen Tisu Falmaco Nonwoven Bidik Dana Segar Rp 31,25 Miliar

PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk, produsen tisu gelar penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Perseroan telah mendapatkan izin efektif IPO dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Juni 2021.

Perseroan akan menggunakan kode perdagangan FLMC. Dilansir dari laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Perseroan akan menawarkan 156,25 juta saham dengan nominal Rp 80 per saham, dan harga penawaran saham sebesar Rp 200 per lembar saham. Dengan demikian, total dana yang akan diraup dari IPO sekitar Rp 31,25 miliar.

Adapun masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 30 Juni-5 Juli 2021. Setelah itu, pada 6 Juli 2021 akan dilakukan penjatahan.

Berita selengkapnya baca di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel