Top 3: Indonesia dan China Ucapkan Bye-Bye ke Dolar AS

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) bersama People's Bank of China (PBC) pada Senin 6 September 2021 ini secara resmi memulai implementasi kerja sama penyelesaian transaksi bilateral dengan mata uang lokal (Local Currency Settlement/LCS) antara Indonesia dan China.

BI menjelaskan kerangka kerja sama dimaksud meliputi, antara lain penggunaan kuotasi nilai tukar secara langsung atau direct quotation dan relaksasi regulasi tertentu dalam transaksi valuta asing antara mata uang rupiah dan yuan.

Berita mengenai penggunaan Yuan dan Rupiah dalam perdagangan Indonesia-China ini jadi yang paling banyak di baca. Selain itu, masih ada beberapa berita yang tak kalah menarik.

Berikut daftar berita yang paling banyak dibaca di kanal Bisnis Liputan6.com, Selasa (7/9/2021):

1. Bye-Bye Dolar AS, Perdagangan Indonesia-China Kini Pakai Rupiah dan Yuan

Bank Indonesia (BI) bersama People's Bank of China (PBC) pada Senin 6 September 2021 ini secara resmi memulai implementasi kerja sama penyelesaian transaksi bilateral dengan mata uang lokal (Local Currency Settlement/LCS) antara Indonesia dan China.

BI menjelaskan kerangka kerja sama dimaksud meliputi, antara lain penggunaan kuotasi nilai tukar secara langsung atau direct quotation dan relaksasi regulasi tertentu dalam transaksi valuta asing antara mata uang rupiah dan yuan.

Kerangka kerja sama ini disusun berdasarkan nota kesepahaman yang telah disepakati dan ditandatangani oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur PBC Yi Gang pada tanggal 30 September 2020.

"Selain dengan China, BI juga telah memiliki kerangka kerja sama LCS dengan beberapa negara mitra lainnya saat ini, yaitu Jepang, Malaysia, dan Thailand," dikutip dari Antara, Senin (6/9/2021).

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Indonesia Raih 9 Medali di Paralimpiade Tokyo, Segini Bonus yang Diterima Para Atlet

Infografis Hary Susanto/ Leani Ratri Oktila Raih Medali Emas Kedua Paralimpiade Tokyo 2020. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Hary Susanto/ Leani Ratri Oktila Raih Medali Emas Kedua Paralimpiade Tokyo 2020. (Liputan6.com/Abdillah)

Kontingen Indonesia sukses besar di Paralimpiade Tokyo 2020. Tim Merah Putih berhasil memboyong 9 medali, sekaligus menorehan sejarah sepanjang keikutsertaannya di event olah raga dunia ini.

Atlet-atlet Indonesia yang berlaga di Paralimpiade Tokyo menghasilkan 2 medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. Torehan ini melebihi target yang ditetapkan sebelumnya di pesta olahraga atlet disabilitas ini, yakni satu emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Lantas berapa bonus yang bakal diterima atlet peraih medali Paralimpiade Tokyo 2020?

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan, untuk besaran bonus yang akan diterima oleh para atlet peraih medali di Paralimpiade Tokyo 2020 masih menunggu arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Menko Luhut: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang hingga 13 September 2021

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers evaluasi perpanjangan PPKM level.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers evaluasi perpanjangan PPKM level.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan, penerapan PPKM berlevel akan terus diperpanjang sepekan ke depan hingga 13 September 2021.

"Seiring dengan situasi Covid-19 yang makin baik, serta implementasi protokol kesehatan dan penggunaan PeduliLindungi yang terus berjalan, ada beberapa penyesuaian aktivitas masyarakat yang bisa dilakukan dalam periode 7-13 September 2021 ini," ujar Menko Luhut dalam sesi teleconference, Senin (6/9/2021).

Luhut mengatakan, terdapat beberapa penyesuaian dalam perpanjangan PPKM yang akan diterapkan yakni waktu makan di tempat (dine in) pada restoran dan kafe di mal diperpanjang 60 menit dengan kapasitas 50 persen.

Baca artikel selengkapnya di sin

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel