Top 3: Indosat Cari Partner untuk Layanan Data Center

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) menegaskan bila pihaknya saat ini membuka peluang kerja sama untuk layanan data center. Hal ini diungkapkan perusahaan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Perseroan saat ini sedang mencari partner strategis dalam bidang layanan data center yang diharapkan dapat memperkuat layanan data center yang diberikan Perseroan kepada para pelangannya," tulis manajemen Indosat dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Sabtu (6/11/2021).

Rencana ini juga menjadi strategi perusahaan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. "Rencana tersebut disebut sebagai rencana kerja sama," tulis perseroan.

Artikel Indosat cari partner untul layanan data center menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Minggu (7/11/2021):

1.Indosat Cari Partner untuk Layanan Data Center

PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) menegaskan bila pihaknya saat ini membuka peluang kerja sama untuk layanan data center. Hal ini diungkapkan perusahaan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Perseroan saat ini sedang mencari partner strategis dalam bidang layanan data center yang diharapkan dapat memperkuat layanan data center yang diberikan Perseroan kepada para pelangannya," tulis manajemen Indosat dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Sabtu, 6 November 2021.

Rencana ini juga menjadi strategi perusahaan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. "Rencana tersebut disebut sebagai rencana kerja sama," tulis perseroan.

Berita selengkapnya baca di sini

2.10 Saham Paling Perkasa pada 1-5 November 2021, Ada WAPO hingga BCIC

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung lesu selama sepekan. IHSG susut 0,15 persen ke posisi 6.581,78 pada perdagangan 1-5 November 2021.

Selain itu, kapitalisasi pasar bursa juga merosot 0,12 persen menjadi Rp 8.078,47 triliun selama sepekan dari pekan sebelumnya di posisi Rp 8.087,95 triliun. Rata-rata frekuensi harian bursa juga turun 6,72 persen menajdi 1.198.161 kali transaksi dari 1.284.477 kali transaksi pada pekan lalu.

Kemudian rata-rata nilai transaksi harian bursa tergelincir 16,63 persen menjadi Rp 11,18 triliun dari Rp 13,41 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian bursa susut 17,41 persen menjadi 17,867 miliar saham dari 21,634 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Mitratel Patok Harga IPO Rp 800 per Saham

Menara telekomunikasi Mitratel (Foto: Mitratel).
Menara telekomunikasi Mitratel (Foto: Mitratel).

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau disebut Mitratel telah menetapkan harga saham perdana Rp 800 dalam rangka penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Sebelumnya Mitratel menawarkan harga IPO Rp 775-Rp 975 per saham.

“Benar. (Harga IPO ditetapkan Rp 800 per saham-red),” ujar Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas Friderica Widyasari Dewi saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (6/11/2021).

Saat ditanya mengenai minat investor saat masa book building, Friderica belum menjelaskan lebih detil.

Dengan harga IPO yang ditetapkan Rp 800 per saham, Mitratel berpotensi meraup dana Rp 20,43 triliun dari IPO. Target perolehan dana IPO tersebut termasuk salah satu yang terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berita selengkapnya baca di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel